JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Sarmuji meminta seluruh anggota DPR dari Fraksi Golkar yang berada di parlemen untuk tidak menyerang Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, maupun kebijakan pemerintah.
Sekretaris Jenderal Golkar itu menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan konsekuensi dari posisi Golkar sebagai bagian dari koalisi pemerintahan.
“Sebagai fraksi yang mendukung pemerintah, seluruh kebijakan fraksi Partai Golkar harus mendukung astacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujar Sarmuji saat memberikan sambutan dalam puncak perayaan HUT Fraksi Golkar DPR RI, Jumat (13/2/2026) di Gedung Nusantara I DPR RI.
Baca juga: Bahlil Minta Suara Golkar Naik 20 Persen pada Pemilu 2029
“Kami juga ingin menyatakan pada kesempatan kali ini, jangan pernah menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden sebagai konsekuensi kita berada di koalisi pemerintah,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Sarmuji juga menegaskan bahwa Golkar mendorong koalisi pemerintahan saat ini menjadi permanen.
Menurut dia, gagasan tersebut juga telah dideklarasikan langsung oleh Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
“Kita sudah membangun satu koalisi dan kita mendorong sebenarnya agar terjadi koalisi permanen. Dan ini sudah dideklarasikan oleh Ketua Umum kita supaya hubungan antarfraksi tidak on-off," ucap Sarmuji.
Baca juga: Menerka Muara Wacana Koalisi Permanen: Menuju Pilkada via DPRD
Dia menekankan, koalisi permanen harus tetap solid dalam berbagai situasi, baik saat menghadapi kebijakan yang populer maupun tidak populer.
“Koalisi yang berada dalam suka dan duka. Koalisi yang berada dalam kebijakan yang populer maupun yang tidak populer,” tutur Sarmuji.
Selain itu, Sarmuji mengingatkan kader agar tidak saling menyerang sesama anggota Golkar, terutama yang kini menjadi menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih.
“Ini kita punya menteri yang cukup banyak. Ada delapan menteri, ada tiga wakil menteri, ada satu Gubernur Lemhanas. Kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan di antara kawan sendiri, tolong kasih masukan sebelum rapat dimulai,” kata Sarmuji.
Baca juga: Setya Novanto Kembali Muncul di DPR, Hadiri HUT Ke-58 Fraksi Golkar
Dia juga meminta kader tidak mempersoalkan kebijakan yang telah diputuskan negara dan sedang berjalan, melainkan memberikan masukan untuk penyempurnaan.
“Kita bisa memberikan masukan, tetapi apa yang sudah diputuskan bisa kita evaluasi, tetapi jangan sampai menyerang apa yang sudah diputuskan oleh negara dan sedang berjalan,” kata Sarmuji.
Contohnya, jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan MBG, kader Golkar harus memberi masukan kepada kementerian terkait.
Baca juga: Golkar Tegaskan Dukung Prabowo 2 Periode, Wapresnya Dibahas Belakangan
“Taruhlah misalkan tentang program makan bergizi gratis. Taruhlah ada kelemahan-kelemahan di dalamnya. Tugas kita adalah menyempurnakan melalui masukan-masukan yang itu disampaikan kepada menteri terkait,” ucap Sarmuji.
Menutup pernyataannya, dia pun berseloroh agar Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI Bambang Hariyadi yang hadir dalam acara tersebut, untuk menyampaikan sikap politik Golkar ini kepada Presiden Prabowo.
“Jadi Mas Bambang Hariyadi, kita sudah menyusun fatsun politik melalui empat fatsun fraksi Partai Golkar. Jadi nanti bisa dilaporkan juga ke Pak Presiden Mas Bambang Hariyadi,” kata Sarmuji sambil tertawa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




