Melihat anak balita kita yang baru belajar jalan melangkah dengan posisi kaki agak terbuka atau terlihat “ngangkang” sering membuat orang tua cemas. Apakah ini tanda kelainan, atau justru bagian dari proses belajar berjalan?
Tenang, Moms. Dalam banyak kasus, gaya berjalan seperti itu masih tergolong wajar, terutama di awal fase anak mulai berdiri dan melangkah sendiri. Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tumbuh kembangnya optimal.
Ini Penyebab Anak Jalan NgangkangMenurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), posisi kaki yang terbuka lebar atau seperti teddy bear bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
Salah pilih popok
Celana atau baju yang kebesaran
Anatomi kaki (panjang sebelah)
Biasanya kondisi ini mulai terlihat saat balita kita memasuki usia sekitar 18 bulan, ketika fase berjalan semakin aktif.
“Celana yang kebesaran atau keberatan ini bisa jadi salah satu faktor karena akan jadi beban pada tubuh bayi, sehingga (bayi) melebarkan kakinya agar jadi stabil saat berjalan,” kata prof Rini pada wartawan, Kamis (12/2).
Namun, jika posisi berjalan terlihat tidak simetris, anak sering jatuh, atau kondisi tidak membaik seiring waktu, segera konsultasikan ke dokter ortopedi.
“Nantinya akan dilihat bentuk tulangnya bagaimana, komposisinya yang menyebabkan anak jalan ngangkang,” jelas Prof. Rini.
Selain itu, faktor gizi juga tidak boleh diabaikan, Moms. Karena gizi juga menjadi penentu tumbuh kembang anak.
“Kalau gizi kurang atau buruk, pasti perkembangannya terhambat. Sehingga kebutuhan makan harus dipenuhi, tetap harus ada karbohidrat, protein, dan sumber vitamin,” tutup dia.




