JAKARTA, KOMPAS.com - Tren baju gamis menjelang Idul Fitri 2026 di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengalami pergeseran.
Setelah sebelumnya baju gamis model "rompi lepas" naik daun, kini pamornya tergeser oleh model gamis "bini orang".
Kompas.com memantau kegiatan perdagangan gamis "bini orang" di Blok B Pasar Tanah Abang pada Jumat (13/2/2/2026).
Memasuki pintu masuk lantai 1 pasar, suara pedagang baju gamis bersahut-sahutan menyapa calon pembeli.
"Boleh Kak, gamisnya. Yang cari gamis 'bini orang', gamis 'inara' silakan," kata seorang pedagang pria menawarkan gamis-gamis yang dijualnya.
Tak jauh dari situ, dua pegawai toko gamis menawarkan model lain, yakni 'rompi lepas'.
Sambil berseloroh, kedua pramuniaga perempuan itu menyebut gamis 'rompi lepas' sebagai 'baju istri sah' atau 'mantu idaman'.
"Kalau di kami adanya 'baju istri sah' sama 'mantu idaman', boleh kak gamisnya," kata kedua pramuniaga itu.
Salah satu pramuniaga yang dijumpai Kompas.com, Aci (21) mengatakan, ia sejujurnya tidak tahu-menahu soal asal muasal baju gamis "bini orang".
Pasalnya, stok baju di kiosnya berasal dari ketentuan dari pemilik toko.
"Kalau kita kan yang jagain toko. Tahunya ada pembeli yang ramai nyari baju 'bini orang'. Tapi kenapa disebut begitu, sejujurnya tidak tahu," kata Aci.
Namun, ia bisa menjelaskan desain khas dari model gamis tersebut, yakni baju gamis panjang yang dipadukan kain brokat di bagian depan. Potongan brokat tersebut melengkung di bagian bawah.
Lalu pada lengan baju gamis berbentuk balon. Ada juga lengan yang berbentuk terompet.
"Jadi model gamis ini diproduksi sendiri oleh konveksi atasan kami. Bahannya dari kain tencel yang dikombinasikan dengan brokat," tutur Aci.