Jakarta, VIVA – Striker Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengungkap alasan di balik keputusannya bergabung dengan Persija Jakarta meski masih memiliki peluang melanjutkan karier di Eropa.
Pemain berusia 21 tahun itu resmi memilih klub Super League tersebut setelah mempertimbangkan faktor kepercayaan klub, kontrak jangka panjang, serta minimnya menit bermain di klub sebelumnya, FC Volendam U-21.
Keputusan Zijlstra menjadi sorotan publik karena datang di usia muda ketika peluang berkembang di kompetisi Eropa masih terbuka lebar.
Sebelum Zijlstra, Persija lebih dulu mendatangkan nama-nama seperti Cyrus Margono dan Shayne Pattynama. Namun, kepindahan Zijlstra menjadi yang paling banyak diperbincangkan karena statusnya sebagai striker muda potensial.
Pemain keturunan Bandung itu memiliki rekam jejak menjanjikan di Eropa. Ia pernah menjadi top skor kedua Eredivisie U-21 musim 2023/2024 serta tetap menunjukkan performa produktif saat memperkuat NEC Nijmegen sebelum pindah ke FC Volendam U-21.
Meski demikian, Zijlstra mengakui bahwa awalnya ia masih ingin bertahan di Eropa. Keputusan hijrah ke Indonesia terjadi setelah Persija memberikan tawaran konkret yang sulit diabaikan.
“Saya bersama agen tentu mencari peluang di Eropa karena sebelumnya saya bermain di sana,” ujar Zijlstra dikutip dari laman resmi Persija.
“Namun Persija memberikan tawaran kepada saya, dan itu juga kontrak jangka panjang, dua setengah tahun. Jadi bagi saya, ada kepercayaan besar dari klub kepada saya, dan saya sangat senang,” lanjutnya.
Selain faktor kontrak, keterbatasan menit bermain di FC Volendam turut memengaruhi keputusannya. Sepanjang musim ini, ia hanya tampil dalam tujuh pertandingan.
“Di Volendam saya tidak banyak bermain, jadi cukup sulit menemukan klub yang memberikan tawaran bagus. Setelah itu Persija memberi saya tawaran yang sangat baik,” kata dia.
Keputusan Zijlstra juga mendapat sorotan media Belanda, Soccernews.nl. Mereka menilai langkah sang striker sebagai keputusan yang masuk akal.
Menurut Soccernews.nl, peluang bermain Zijlstra di Volendam memang terbatas sehingga kepindahan ke Persija dapat membuka ruang tampil lebih besar. Media tersebut juga menyoroti performanya di tim cadangan Volendam yang tetap impresif dengan catatan tiga gol dari tiga laga.





