GenPI.co - Kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu parlemen menandai titik krusial bagi arah dan masa depan Jepang.
Dilansir AP News, Kamis (12/2), hasil itu memberi Takaichi modal politik yang kuat untuk mendorong pergeseran tajam ke arah kanan dalam kebijakan keamanan, imigrasi, dan sosial.
Agenda konservatif yang dia usung dinilai memecah belah, tetapi menurut Takaichi, langkah tersebut diperlukan untuk menjadikan Jepang kuat dan makmur.
Dalam bidang keamanan dan pertahanan, Takaichi berjanji merevisi kebijakan guna memperkuat kemampuan militer Jepang pada Desember mendatang.
Dia ingin mencabut larangan ekspor senjata dan menjauh dari prinsip pasifisme pascaperang yang selama ini menjadi fondasi kebijakan pertahanan Jepang.
Selain itu, dia juga berencana meningkatkan pengumpulan intelijen agar Jepang bisa bekerja lebih erat dengan Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.
Untuk mendukung langkah tersebut, Takaichi akan membentuk badan intelijen nasional dan mendorong pengesahan undang-undang anti-spionase.
Takaichi juga telah memenuhi janjinya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meningkatkan anggaran pertahanan tahunan Jepang.
Takaichi dijadwalkan mengunjungi Washington pada 19 Maret untuk bertemu Trump di Gedung Putih.
Pembahasan diperkirakan akan mencakup peningkatan belanja pertahanan, komitmen investasi Jepang senilai USD 550 miliar, dan isu China.
Di bidang imigrasi, Takaichi mendorong kebijakan yang lebih ketat terhadap warga asing, termasuk izin tinggal tetap dan naturalisasi.
Dalam isu sosial, Takaichi mendukung sistem suksesi keluarga kekaisaran hanya melalui garis laki-laki dan menentang pernikahan sesama jenis.
Di sektor ekonomi, mengatasi kenaikan harga dan stagnasi upah menjadi prioritas.
Dia perlu meloloskan rancangan undang-undang anggaran tahun fiskal 2026 guna mendanai berbagai program tersebut.
Takaichi mendorong peningkatan belanja pemerintah, meski ada kekhawatiran bahwa kebijakan ini bisa memperlambat upaya pengurangan utang nasional Jepang. (*)
Video populer saat ini:





