Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menghadiri penyerahan bantuan perbaikan rumah rusak ringan (RR) dan rusak sedang (RS) secara serentak dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno selaku Ketua Tim Pengarah Satgas PRR.
Dalam kesempatan itu, Tito menegaskan pemerintah menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terdampak bencana secara bergelombang.
Ia memastikan penyaluran yang dilakukan saat ini bukanlah tahap akhir, melainkan bagian awal berdasarkan data yang diterima dari kepala daerah.
Menurutnya, akurasi pendataan menjadi kunci percepatan pembangunan kembali hunian warga. Tito meminta para kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, membentuk satuan tugas kecil untuk memastikan data kerusakan benar-benar valid dan terverifikasi.
“Nah ini yang kita tunggu dari kepala daerah. Itulah yang saya minta teman-teman kepala daerah, para bupati, wali kota, buat semacam satgas kecil untuk pendataan,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia merinci besaran bantuan yang diberikan pemerintah, yakni Rp15 juta untuk perbaikan rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang.
Khusus untuk kategori rusak berat atau hilang, bantuan sebesar Rp60 juta akan direalisasikan dalam bentuk pembangunan rumah oleh pemerintah, baik di lokasi semula maupun di lahan relokasi.
Tito memastikan jajaran pemerintah terus hadir dan bekerja keras mendorong pemulihan pascabencana di Sumatera. Ia menyebut progres pemulihan menunjukkan hasil signifikan, seiring berjalannya roda pemerintahan dan perekonomian yang mulai pulih secara bertahap.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi tantangan, termasuk kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya bersih dari sisa lumpur pascabencana. Tito menegaskan pemerintah tidak akan berhenti hingga seluruh daerah benar-benar pulih seperti sedia kala.
“Kita harus bertarung. Tapi kita jangan berhenti. Saya tahu bahwa orang-orang Aceh adalah petarung yang kuat,” tutur Tito.
Editor: Redaktur TVRINews





