Pantau - Presiden Prabowo Subianto berjanji akan memberikan tanda kehormatan tertinggi kedua di Republik Indonesia, Bintang Mahaputera, kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 gudang ketahanan pangan Polri di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat.
Janji tersebut disampaikan Presiden setelah sebelumnya menganugerahkan sejumlah tanda jasa kepada perwira tinggi Polri dan pimpinan Badan Gizi Nasional.
“Kapolri belum (dapat penghargaan, red.), karena Beliau nanti harus dapat penghargaan yang lebih tinggi lagi. Saya kira mungkin (Bintang) Mahaputera itu pantas untuk Beliau. Saya tanya tadi (ke Kapolri, red.), saya tanya: Anda sudah dapat Mahaputera? Belum? Belum. Ya, saya yang beri Mahaputera untuk Beliau. Ini kehormatan bagi seorang pemimpin, ini kebahagiaan seorang Bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya. Kebanggaan,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menganugerahkan Bintang Jasa Pratama kepada Wakil Kapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Bintang Jasa Nararya diberikan kepada Irwasum Polri Komjen Pol Wahyu Widada.
Satyalencana Wirakarya disematkan kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisnu Hermawan.
Presiden juga memberikan Bintang Jasa Utama kepada Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana serta Bintang Jasa Pratama kepada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya.
Di hadapan pejabat negara dan pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Presiden memuji Polri atas keterlibatannya dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden menilai Polri telah menjalankan inisiatif dengan melaksanakan tugas melebihi tugas pokoknya demi mendukung program strategis nasional.
“Sebagai pemimpin, saya sangat menghargai inisiatif, kesadaran pimpinan Polri, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya, beserta pimpinannya, telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, seorang panglima,” katanya.
“Beliau dengan jajarannya telah menganalisa tugas pokok yang diajarkan kepada kita sewaktu kita masih sangat muda bahwa seorang pemimpin itu harus mencari tugas yang terkandung. Tugas pokok ya memimpin kepolisian sebagai penegak hukum, sebagai pelaku utama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, tetapi paham yang lebih besar adalah keamanan dan ketertiban masyarakat yang sesungguhnya adalah manakala masyarakat, rakyat merasa aman, merasa bahagia, merasa punya harapan,” lanjut Presiden.
Presiden kemudian menegaskan bahwa keamanan utama bagi rakyat adalah terbebas dari rasa lapar.
“Manusia di mana pun, apapun agamanya, apapun rasnya, apapun kelompok etnisnya, manusia mana pun, seorang bapak dan seorang ibu yang utama pemikirannya, yang utama perhatiannya adalah keamanan dan kesejahteraan keluarganya, anak-anaknya, dan keamanan yang pertama adalah aman dari rasa lapar,” tegasnya.




