Ekspor Daihatsu 2025 Tumbuh Positif di Tengah Pasar Domestik yang Lesu

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Di tengah kondisi pasar domestik yang masih penuh tantangan, kinerja ekspor Daihatsu justru menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Produsen otomotif asal Jepang ini berhasil mencatatkan pertumbuhan ekspor hingga 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat perannya sebagai basis produksi global.

Pencapaian tersebut disampaikan Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani dalam sesi media gathering Daihatsu awal 2026. Ia mengungkapkan, peningkatan ekspor menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan di saat permintaan domestik belum sepenuhnya pulih.

“Alhamdulillah, ekspor kami justru naik sekitar 13 persen dibandingkan tahun lalu, meski kondisi domestik sedang sangat menantang,” ujar Sri Agung di Jakarta, Kamis (12/2).

Sebagai basis manufaktur, pabrik Daihatsu di Indonesia memproduksi berbagai model yang dipasarkan dengan merek Daihatsu, Toyota, hingga Mazda untuk kebutuhan ekspor. Sepanjang 2025, kendaraan produksi dalam negeri tersebut dikirim ke lebih dari 60 negara di berbagai kawasan dunia.

Tiga negara menjadi tujuan ekspor utama Daihatsu, yakni Filipina, Jepang, dan Meksiko. Ketiganya menyumbang sekitar 50 persen dari total ekspor kendaraan Daihatsu sepanjang tahun lalu. Kontribusi besar dari ketiga pasar tersebut menunjukkan daya saing produk buatan Indonesia di tingkat global.

Dari sisi segmen, ekspor Daihatsu didominasi oleh kendaraan kelas low SUV, hatchback, dan medium SUV. Tiga segmen ini menyumbang sekitar 80 persen dari total ekspor, sekaligus menjadi tulang punggung pengiriman kendaraan ke luar negeri. Model-model tersebut dinilai sesuai dengan karakter pasar di negara tujuan, baik dari sisi harga, efisiensi, maupun fungsionalitas.

Berdasarkan data ekspor 2025 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Daihatsu mencatatkan pengiriman sebanyak 124.848 (2024 sebanyak 110.334) unit ke pasar global. Angka ini menempatkan Daihatsu sebagai eksportir otomotif terbesar kedua di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 24,1 persen, di bawah Toyota.

Selain kinerja ekspor, Daihatsu juga menyoroti peran penting rantai pasok dalam menjaga stabilitas industri. Sepanjang 2025, Daihatsu bekerja sama dengan lebih dari 1.700 pemasok, termasuk sekitar 700 pelaku UMKM yang terlibat dalam ekosistem produksi.

“Karena ini industri, kami juga punya tanggung jawab menjaga supply chain. Ada sekitar 1.700 supplier dan 700 UMKM yang terlibat, sehingga kami harus tetap menjaga kondisi ini,” jelas Sri Agung.

Di sisi produksi, Daihatsu mencatatkan capaian lebih dari 9,1 juta unit secara global pada 2025, dengan porsi ekspor mencapai sekitar 33 persen. Indonesia menjadi salah satu basis produksi utama yang menopang pencapaian tersebut, sekaligus memperkuat posisinya sebagai hub manufaktur di kawasan Asia Tenggara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Pastikan THR ASN Cair Awal Puasa, Anggaran Rp55 Triliun
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hadapi Cuaca Ekstrem, PLN Bengkulu Intensifkan Pengamanan dan Edukasi Energi
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov Banten Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Ini Tata Cara dan Syaratnya
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Wamensos Dorong Warga Borobudur Mandiri Lewat Eceng Gondok Anyaman
• 11 jam laludetik.com
thumb
Soal Birokrat Pemerintah, Prabowo Sampai Sebut Winston Churchill, Adolf Hitler, dan Kuntilanak
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.