REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto berpidato terkait program ekonominya tahun ini di Indonesia Economic Outlook 2026. Dalam pidatonya, Presiden mmenekankan bakal membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia itu riil, nyata, dan bakal berada di atas sasaran yang ditetapkan pemerintah.
Di sela-sela pidato serius membahas soal berbagai program pemerintah itu, Presiden berguyon dengan membawa tokoh Winston Churchill, Adolf Hitler, sampai kuntilanak! Para menteri, pejabat, duta besar, ekonom sampai akademisi yang mendengarnya pun terpingkal.
Ini dimulai dari bahasan yang serius. Presiden bertekad menghabiskan korupsi dari bumi Indonesia. Kepala Negara mengakui pemerintahannya masih punya kekurangan. "Korupsi masih terlalu banyak!" kata dia. "Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi, ya (di) semua tingkatan."
Ia lalu mengatakan, mengumpulkan pengusaha-pengusaha yang sebagian besar adalah kawan-kawannya. Prabowo menyampaikan bahwa mereka itu sudah besar, sudah kaya, "Ya patuhi peraturan (pemerintah)" Prabowo tahu bahwa banyak orang pintar yang mampu mencari peluang di balik aturan pemerintah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Tapi di sisi lain, Presiden mengakui barisan birokrat pemerintah pun belum sepenuhnya solid. "Birokrasi harus benar. Kadang-kadang birokrasi tidak benar. Iya kan?"
Presiden lalu mengatakan ada menyampaikan kepada dirinya, bahwa mantan perdana menteri Inggris Winston Churchill pernah mengatakan bahwa ia lebih takut kepada birokratnya sendiri ketimbang Adolf Hitler. "Kita nggak tahu benar atau tidak dia mengatakan begitu. Tapi kira-kira semangatnya seperti itulah. Ya, saya juga begitu. Mungkin diubahlah. I am more afraid of my own bureaucrats than i am afraid of...siapalah..kuntilanak atau apa gitu!"
Hadirin yang mendengar langsung tertawa, "Hahahahaha..."