Memutus Rantai Kekejaman: Teknologi Sensor Jantung Jadi Harapan Baru Antipenyiksaan Hewan

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

INDONESIA menghadapi rapor merah dalam perlindungan satwa setelah laporan SMACC 2021 menempatkan negara ini di peringkat pertama dunia terkait unggahan konten penyiksaan hewan. 

Merespons kondisi darurat tersebut, gerakan masyarakat sipil meluncurkan Pawtective Siren, sebuah inovasi kalung pintar yang dirancang untuk memutus rantai kekejaman terhadap anjing liar secara preventif.

Selama ini, upaya perlindungan lebih banyak bersifat kuratif melalui penyediaan shelter. Namun, dengan populasi anjing nasional yang mencapai 16 juta ekor dan kapasitas penampungan yang sudah melebihi batas, diperlukan terobosan teknologi untuk menjangkau area-area yang luput dari pengawasan.

Baca juga : Cleofest dan Roccomunity Membangun Ikatan dengan Hewan Kesayangan

Deteksi Trauma secara Real-Time

Inovasi ini bekerja dengan mendeteksi trauma fisik dan psikologis pada hewan saat mengalami ancaman serius. Melalui sensor detak jantung, alat ini mampu membedakan kondisi normal dengan kondisi panik akibat penyiksaan.

  • Indikator Darurat: Saat anjing mengalami trauma atau ancaman, detak jantung yang normalnya 70–120 BPM akan melonjak hingga 130–250 BPM.
  • Intervensi Langsung: Begitu ambang batas 130 BPM tercapai, sirene berkekuatan 100–110 dB dan lampu LED akan aktif otomatis untuk menarik perhatian publik dalam radius hingga 300 meter.
  • Tujuan: Mencegah kekerasan menjadi fatal dengan memberikan perlindungan langsung di lokasi kejadian, terutama pada malam hari atau di lokasi sepi tanpa saksi.

Jeremy Randolph dari Komunitas Hope for Strays menegaskan, “Selama ini shelter dan relawan bekerja luar biasa keras, tetapi mereka lebih banyak menyelamatkan setelah kejadian. Sementara kekerasan sering terjadi di lokasi sepi atau malam hari tanpa saksi. Pawtective Siren kami rancang sebagai perlindungan langsung di lokasi, sebelum kekerasan itu menjadi fatal”.

Mengubah Paradigma Perlindungan

Aktivis Melanie Subono menyoroti bahwa persoalan kekerasan tidak bisa selesai hanya dengan regulasi jika akar masalahnya tidak disentuh. 

Baca juga : 6 Hewan yang Mampu Deteksi Penyakit di Tubuh Manusia

Ia menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat menyadari bahwa hewan dapat merasakan ketakutan dan trauma yang mendalam.

“Relawan selama ini lebih banyak menyelamatkan setelah kejadian, bukan mencegah. Regulasi saja tidak cukup. Kita butuh kerja sama semua pihak, dari edukasi di rumah, media sosial, sampai pengawasan publik. Yang paling penting, masyarakat harus benar-benar menyadari bahwa hewan itu juga makhluk hidup. Mereka bisa takut, bisa trauma, dan bisa kehilangan kepercayaan pada manusia,” ujar Melanie.

Sebagai langkah awal, 500 unit perangkat yang dilengkapi GPS ini akan dipasang di titik-titik rawan Jakarta guna memastikan tidak ada lagi "tangisan ketakutan" hewan yang berakhir dalam kesunyian. (Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zodiak Dapat Rezeki Nomplok dan Peluang Emas: Virgo Stabil, Gemini Sukses
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Ide Hadiah Valentine Sesuai Zodiak, dari Sagitarius hingga Leo
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
5 Film dan Serial Superhero Pilihan untuk Temani Long Weekend-mu
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Hadir di HUT Fraksi Golkar, Bahlil Kelakar Takut Dipecat Jika Tak Segera Dampingi Presiden Prabowo
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Rimau Group Siap Akuisisi GRPM, Teken Termsheet Pengambilalihan 80% Saham
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.