REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Seorang pemulung ditemukan meninggal dunia di area TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Kamis (12/2/2026). Korban atas nama Asep Suherman (45 tahun) ditemukan dalam kondisi meninggal diduga tenggelam di lubang bekas proyek perluasan zona TPA Sarimukti yang kini dipenuhi air.
"Betul ada laporan korban meninggal dunia di kubangan air di kawasan TPA Sarimukti," kata Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).
- Sempat Kalah Banding, PLK Ajukan Kasasi terkait Lahan SMAN 1 Bandung
- Marak Fenomena Tanah Bergerak, Ini Penjelasan BNPB
- Pemprov Jateng Kejar Predikat Pariwisata Ramah Muslim
Berdasarkan keterangan saksi yang diperoleh pihak kepolisian, peristiwa bermula saat saksi Nanang alias Cuplis melintas di sekitar genangan air. Kemudian saksi melihat bagian ujung jari korban terlihat di atas permukaan air. Saksi kemudian turun ke dalam kubangan untuk memastikan kondisi korban.
"Saksi meminta tolong kepada security memberitahukan bahwa ada yang tenggelam," ucap Iwan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Petugas keamanan TPA Sarimukti bersama koordinator lapangan dan petugas lain mendatangi titik genangan. Saat tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa di kolam bekas galian proyek perluasan TPA Sarimukti.
"Saat tiba di TKP korban sudah meninggal kemudian dievakuasi oleh saksi ke pinggir genangan dan petugas jaga langsung koordinasi dengan Polsek," kata Iwan.
Sementara itu rekan kerja korban bernama Letik, mengatakan sebelum kejadian Asep sempat mendatangi rumahnya sekitar pukul 11.30 WIB untuk meminta nasi dan sejumlah uang. Setelah diberi uang oleh istrinya, korban berpamitan hendak pergi ke arah Kampung Cicadas.
"Sekitar pukul setengah dua belas siang, dia datang untuk meminta makan dan uang. Setelah itu bilang mau ke arah Cicadas," ujar Letik.
Sekitar pukul 13.00 WIB, keluarga menerima kabar korban tenggelam di kubangan air yang berada di area TPAS, informasi itu diterima Letik dari anaknya yang mendapat kabar dari lokasi kejadian. Menurut Letik, berdasarkan keterangan mandor lapangan yang pertama kali melihat, korban sempat terlihat berada di dalam air dengan tangan masih bergerak.
"Awalnya dikira hanya main-main. Setelah dicek lagi, korban sudah tidak terlihat di permukaan. Biasanya airnya dangkal dan sering dipakai anak-anak berenang. Tapi di bagian tengah cukup dalam karena bekas galian beko. Kami tidak menyangka akan terjadi seperti ini," kata dia.



