Prabowo Pangkas Seremoni dan Studi, Klaim Hemat Rp300 Triliun: Rakyat Lapar Cari Pangan, Nggak Usah Banyak Analisa

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, mengklaim telah melakukan perombakan besar dalam pengelolaan anggaran negara pada tahun pertama pemerintahannya.

Di hadapan pelaku usaha dan ekonom dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026), Prabowo memaparkan kebijakan fiskal yang disebutnya berorientasi langsung pada kebutuhan rakyat.

Ia menyatakan pemerintah memangkas pengeluaran yang dinilai tidak berdampak langsung pada masyarakat dan mengalihkannya ke program prioritas.

“Di tahun pertama pemerintahan, kita menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih penghematan kita, di akhir tahun 2025 pun kita lakukan,” ujarnya.

Penghematan tersebut, kata Prabowo, menjadi sumber pembiayaan sejumlah program strategis, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dan kita lihat hasil penghematan tersebut, uang inilah yang kita pakai untuk program MBG dan sebagainya,” lanjut ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

Presiden menegaskan arah kebijakan fiskalnya sederhana: memindahkan belanja dari kegiatan administratif ke kegiatan produktif. Pemerintah, menurutnya, menghentikan berbagai aktivitas yang tidak memberi dampak langsung pada masyarakat.

“Kita keluarkan semua yang bersifat tidak produktif. Perjalanan luar negeri, seremoni-seremoni tidak perlu, rapat, seminar, FGD dan sebagainya, kajian-kajian, analisa-analisa sudah tidak perlu terlalu banyak kajian, analisa,” kata Prabowo.

Ia menilai pemerintah sudah cukup memahami persoalan dasar bangsa sehingga anggaran harus langsung diarahkan pada solusi konkret.

“Kita sudah tahu masalahnya. Kekurangan infrastruktur, lakukan, desa perlu jembatan buat, rakyat lapar cari pangan, nggak usah terlalu banyak analisa,” lanjut eks menteri pertahanan itu.

Prabowo mengungkap total penghematan sepanjang tahun pertama mencapai Rp308 triliun atau setara sekitar US$18 miliar. Ia juga menyinggung masih adanya kebocoran anggaran yang akan menjadi target berikutnya.

“Ini berapa miliar dolar? 18 miliar dolar, dan kita bisa lakukan lebih besar lagi. Kebocoran harus kita tutup, harus kita kurangi. Saya masih melihat kebocoran-kebocoran besar,” ujar Prabowo. (agr/dpi)


 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjelang HBKN Pemerintah Gelar Gerakan Pangan Murah
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Kejagung Kaji Laporan Koalisi Sipil soal Kejahatan Genosida Israel di Gaza
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Mutasi Pejabat Eselon II di Palopo, Wali Kota Naili Non Jobkan Empat Pejabat
• 2 jam laluharianfajar
thumb
TNI AU Terima 2 Pesawat T50i Baru dari Korsel
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menko Polkam Apresiasi TNI-Polri Sigap Tangani Peristiwa Penembakan Pesawat di Papua
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.