Dishub Bakal Rekrut Juru Parkir Liar di Jalanan Jakarta Jadi Mitra

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bakal merekrut juru parkir (jukir) liar yang beroperasi di jalanan Ibu Kota sebagai mitra resmi.

Kepala Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dishub DKI Jakarta Masdess Aroufy mengatakan pihaknya akan melakukan pendataan juru parkir, inventarisasi potensi kendaraan, hingga penetapan kerja sama melalui surat tugas resmi.

“Kami memberikan surat tugas, kartu identitas, serta atribut seperti rompi atau seragam. Kini kami kelola bersama,” papar Masdes dikutip dari siaran pers DPRD DKI Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.

BACA JUGA:Ojol Kecelakaan di Flyover Grogol Gegara Jalan Berlubang, Pramono Minta Maaf Penambalan Belum Maksimal

Dia mengatakan, praktik parkir liar umumnya terjadi pada parkir tepi jalan (on street) yang dikelola oleh warga setempat.

Sehingga paraktik parkir liar tersebut tidak masuk dalam lokasi binaan resmi Dinas Perhubungan.

“Ada warga setempat yang mengelola parkir secara konvensional dan masih menggunakan sistem tunai,” beber Masdess.

Menurutnya, UP Perparkiran akan melakukan pendekatan persuasif untuk menanggulangi praktik parkir liar di Jakarta.

Pendekatan itu dengan prinsip merangkul serta mengedepankan kearifan lokal.

"Bukan menggusur juru parkir yang sudah lebih dahulu beroperasi di lokasi," katanya.

BACA JUGA:Jaga Kenyamanan Ramadan, Pramono Bakal Garuk Manusia Gerobak di Jakarta

“Memang tidak mudah menangani parkir liar di seluruh Jakarta. Tetapi langkah ini sudah kami lakukan di cukup banyak lokasi,” tambah dia.

Ia mencontohkan seperi praktik parkir kendaraan saat kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jalan Imam Bonjol, dan Pamekasan.

Sekarang ini, sekitar 30 lokasi parkir yang semula liar telah direkrut sebagai mitra resmi dengan menerapkan sistem pembayaran digital.

Model pengelolaan tersebut, lanjut Masdes, akan diterapkan secara bertahap di lokasi-lokasi lainnya di Jakarta

Ia juga mengimbau masyarakat agar mulai terbiasa dengan pembayaran parkir nontunai melalui QRIS, mobile banking, maupun dompet digital lainnya.

BACA JUGA:Aturan Ganjil Genap Jakarta Libur Imlek 16-17 Februari 2026 Ditiadakan, e-TLE Tetap Berlaku

Masdes optimistis digitalisasi parkir dapat meningkatkan pendapatan dari sektoran parkir.

Dengan begitu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perparkiran dapat dicegah.

“Sekaligus meminimalisir kebocoran yang selama ini disinyalir terjadi,” pungkas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Jeans Bekas ke Pameran Nasional, Cerita Erna Merajut Asa Bersama PNM Mekaar
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Polri Bangun 1.179 SPPG, Penerima MBG Capai 2,9 Juta Orang
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump Ancam Iran: Ada Konsekuensi Traumatis Jika Tak Ada Kesepakatan soal Nuklir
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Bikin WhatsApp Tampak Offline Padahal Lagi Online, Mudah
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ketua Fraksi Golkar Minta Kader Jangan Pernah Serang Kebijakan Prabowo-Gibran!
• 6 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.