Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan telah mencapai 92 persen. Ia menargetkan taman tersebut bisa diresmikan paling lambat Maret 2026.
"Yang sekarang sudah selesai progresnya sampai hari ini 92%. Saya mengharapkan selambat-lambatnya bulan Maret ini taman ini bisa diresmikan," ujar Pramono saat meninjau lokasi Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan, Jumat (13/2).
Dalam peninjauan itu, Pramono didampingi Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri serta Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum.
Buka 24 Jam, Fasilitas Olahraga GratisPramono mengatakan taman tersebut dirancang sebagai ruang terbuka publik yang bisa diakses selama 24 jam. Ia juga menyoroti aspek pencahayaan atau lighting, khususnya pada pepohonan di area taman.
"Nanti 24 jam. Saya minta lighting-nya, terutama di pohon-pohonnya, dibuat menjadi lebih indah, lebih cantik, begitu," kata Pramono.
Ia menambahkan, sejumlah fasilitas olahraga di taman tersebut hampir rampung. Di antaranya lapangan padel, area playground, serta lapangan multifungsi untuk bulutangkis dan basket.
"Di tempat ini juga ada beberapa fasilitas olahraga yang sudah selesai sebenarnya. Ada padel, sesuai dulu yang saya sampaikan, nantinya siapa aja yang mau bermain padel di sini tetap gratis," ujarnya.
Dipasang 127 CCTVKepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri, menjelaskan sistem keamanan taman akan didukung 127 kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di berbagai titik.
"Ada 127 CCTV, jadi untuk dipantau seluruh tempat-tempat sehingga tidak ada lagi yang tidak terlihat," ungkapnya.
Taman Bendera Pusaka nantinya memiliki luas sekitar 5,6 hektare. Fasilitas yang tersedia meliputi jogging track sepanjang 1,2 kilometer, playground, serta lapangan olahraga multifungsi termasuk padel, basket, dan bulutangkis.
“Nanti ketika sudah terkoneksi semuanya, luasnya 5,6 hektare dan akan ada jogging track 1,2 kilo,” katanya.
Dilengkapi IPAL dan Kolam TampungSelain sebagai ruang terbuka hijau, taman ini juga dirancang untuk fungsi pengendalian banjir. Pemprov DKI menyebut taman tersebut dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kolam tampung untuk menahan limpasan air di kawasan sekitar, seperti Jalan Hang Lekir dan Jalan Hang Jebat.
“Jadi Taman Bendera Pusaka ini didesain integrasi antara konsep biru dan hijau. Kalau musim kering, dia berfungsi sebagai taman,” kata Ika.
“Kemudian saat musim hujan, untuk curah hujan intensitas 150 milimeter, dia masih sanggup menampung debit banjir,” tambahnya.
Finishing dan Terowongan Masih DikebutPramono mengatakan pada tahap perampungan masih ada sejumlah pekerjaan yang dikebut, termasuk pembangunan terowongan penghubung dari Taman Langsat ke Leuser yang melintasi bawah Jalan Kiai Maja.
"Misalnya terowongan dari Taman Langsat ke Leuser terowongan. Karena memang kan di atasnya ada Jalan Kiai Maja. Jadi itu yang belum selesai dan finalisasi atau finishing touch terhadap beberapa bagian. Tetapi saya yakin sebenarnya akhir bulan Februari ini pasti sudah selesai," ungkapnya.
Jika rampung sesuai target, Taman Bendera Pusaka akan menjadi salah satu ruang terbuka publik baru di Jakarta Selatan yang menggabungkan fungsi rekreasi, olahraga, dan pengendalian banjir dalam satu kawasan.





