Perusahaan Ekspedisi Antisipasi Lonjakan Paket pada Ramadan & Lebaran 2026

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah perusahaan ekspedisi mulai mengatur strategi menghadapi lonjakan permintaan pengiriman barang atau paket pada masa Ramadan maupun Lebaran 2026. 

Komisaris J&T Express Iwan Senjaya menyampaikan, pada tahun lalu, J&T Express mencatatkan volume peningkatan lebih dari 40% selama Ramadan dibandingkan bulan sebelumnya. 

“Berdasarkan tren ini dan tren belanja Ramadan di e-commerce, kami optimistis volume pengiriman pada Ramadan ini akan melebihi angka pengiriman bulan sebelumnya,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip pada Jumat (13/2/2026). 

Iwan menyampaikan bahwa J&T Express telah melakukan persiapan matang untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman. Pihaknya melakukan analisis berbasis data historis pengiriman selama bulan Ramadan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sejumlah strategi yang J&T Express siapkan, yakni merekrut seasonal workers atau pekerja tambahan dan menambah shift malam. 

Selain itu, juga mengoptimalkan kapasitas armada kendaraan operasional dan meningkatkan kapasitassorting di gateway dan menambah frekuensi pengiriman antarkota di wilayah dengan peningkatan permintaan.

Baca Juga

  • Antisipasi Lonjakan Paket, Lion Parcel Tambah Kurir Jelang Lebaran 2026
  • Airlangga Paparkan Paket Stimulus Kuartal I/2026, Ini Daftarnya
  • PM 8/2025 Berlaku, Pengusaha Logistik: Berdampak Positif untuk Industri dan Kurir

“Dengan persiapan yang matang dan langkah-langkah yang telah kami implementasikan, kami yakin dapat memberikan layanan yang lebih cepat, aman dan andal selama periode Ramadan,” ungkapnya.

Terlebih, J&T Express mencatatkan peningkatan pengiriman lebih dari 60% secara tahunan sepanjang 2025 di Indonesia. 

Terpisah, Marketing Group head PT Tiki Jalur Nugraha Ekakuri (JNE) Eri Palgunadi menyampaikan, momen Ramadan dan Idulfitri menjadi salah satu momentum puncak aktivitas logistik setiap tahunnya, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, pengiriman parsel, serta transaksi e-commerce.

JNE memperkirakan volume pengiriman selama Ramadan tahun ini akan tetap tumbuh secara positif di kisaran 20%–30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi sektor fesyen, makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga yang menjadi kontributor utama, sekaligus meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan JNE,” tuturnya kepada Bisnis.

Mengantisipasi lonjakan volume pengiriman pada periode Ramadan, JNE telah berbagai persiapan secara menyeluruh dengan memperkuat infrastruktur dan kapasitas operasional. Kesiapan ini didukung oleh lebih dari 50.000 karyawan serta 11.000 unit. 

Selain itu, JNE mengoptimalkan Mega Hub yang berlokasi strategis di kawasan dekat Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, seluas 4 hektare dan dilengkapi dengan Automatic Sorting Center untuk mempercepat proses sortir dan distribusi kiriman. 

JNE juga memanfaatkan jaringan lebih dari 8.000 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia, serta meningkatkan fleksibilitas jam operasional dan pengaturan rute distribusi pada titik titik dengan volume tinggi. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inara Rusli Terharu Bertemu dengan sang Anak: Akhirnya Memeluk Kembali
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
BUMD Jakarta Gandeng Daerah Antisipasi Kelangkaan Pangan Jelang Ramadan
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Priyanka Chopra Bantah Isu Keretakan Rumah Tangganya dengan Nick Jonas
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Serang Lagi Lebanon, Satu Orang Tewas
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Prabowo Puji Jajaran Menterinya sebagai Putra-Putri Terbaik Bangsa
• 7 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.