Depok, ERANASIONAL.COM – Di tengah tingginya angka pengangguran yang kian didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK Forward Nusantara (Fornus) Kota Depok menggagas sebuah solusi dengan mendorong siswa untuk berani memiliki jiwa wirausaha sejak dini melalui pelatihan Keterampilan Enterpreneur.
Kepala SMK Forward Nusantara (Fornus), Danan Wuryanto Pramono menjelaskan bahwa program ini merupakan kegiatan perdana khususnya untuk para siswa kelas 10 dan 11 agar berani memulai mendalami kemampuan wirausaha sejak jenjang awal sekolah. Tahapannya pada tiga bulan pertama, kata dia, pihak sekolah mencoba memperkenalkan siswa terlebih dahulu dengan inkubator bisnis di Jakarta.
“JT Inkubator bisnis, selama tiga bulan. Jadi di tempat itu, pada tiga bulan pertama para siswa benar-benar dilatih dan belajar keterampilan digital marketing seperti live streaming, pengenalan produk dan lainnya,” ujar Danan Wuryanto saat ditemui usai menghadiri acara Arli Kurnia Awards Business Competition, di SMK Fornus, Kota Depok, Jumat (13/2/2026).
Setelah itu, lanjut Kepsek Danan menerangkan tiga bulan kemudian para siswa mendapatkan bimbingan oleh pelatih sekaligus praktisi bisnis ternama Arli Kurnia berupa pelatihan bisnis yang memfokuskan pada pengembangan bisnis usaha tanpa harus mengeluarkan modal besar.
“Menurut saya masuk akal, bisnis yang dia kembangkan adalah bisnis-bisnis yang di mana lebih kepada mencari atau membuat usaha tanpa harus mengeluarkan modal terlalu besar. Karena kalau saat ini anak-anak SMK disuruh usaha tapi harus membutuhkan modal besar itu dari mana? Maka yang kita mau adalah bagaimana anak-anak bisa memiliki kemampuan sendiri untuk benar-benar berusaha. Itu yang kita mau, jadi memang berawal dari kemampuan mereka sendiri,” terangnya.
Adapun pengenalan bisnis pelatihan jenis produk yang disasar, Danan mengatakan mencakup tiga jenis diantaranya yaitu produk komoditi (beras, minyak goreng), produk trend (barang kekinian) dan produk kebutuhan spesifik masyarakat lainnya.
“Produk-produk ini lah nantinya yang akan menjawab kebutuhan di masyarakat, apa-apa saja sih yang mereka butuhkan. Nah, ini Arli Kurnia lah ahlinya, makanya mengapa kita koneksikan siswa-siswa ke situ karena memang bukan sesuatu yang sederhana untuk bisa koneksi dengan Arli Kurnia, butuh perjuangan yang luar biasa,” katanya.
Tak sampai di situ, untuk tahap selanjutnya, Danan menuturkan setelah para siswa dibekali pelatihan seperti rancangan usaha dan bisnis plan. Baru lah kemudian mereka masuk pada tahapan pembimbingan hingga ke pembuatan produk sendiri.
“Mereka membuat produknya, dummynya dan membuat contohnya. Sampai akhirnya mereka mendapatkan penghargaan dari produknya itu sendiri yang memang sekiranya bisa dipasarkan. Kita sudah melihat, jadi tidak ada produk kalau umpamanya lomba, kemudian yang dipilih juaranya itu adalah yang membutuhkan modal Rp 100 juta tapi kita akan lihat siapa yang bisa memasarkan produknya itu sendiri,” tuturnya.
Setelah para siswa tersebut sudah memiliki keterampilan berbisnis dalam hal ini mampu meningkatkan omset penjualan produk. Maka itu, dia menilai sesungguhnya mereka sudah dapat dikatakan sebagai entrepreneur muda atau wirausahawan muda.
“Itu juga menjadi syarat wajib, jadi mereka nantinya akan diwisuda untuk menjadi enterperneur muda, saat mereka bisa menunjukkan jualan produk yang mereka rencanakan. Ya, keberhasilan mereka adalah pada saat mereka bisa menjual produknya seperti itu,” bebernya.
Melalui pembekalan pelatihan wirausaha dan kompetisi bisnis. Pihaknya berharap kegiatan ini ke depan dapat membentuk pola pikir siswa agar dapat mewujudkan sesuai moto yang dicanangkan Cabang Dinas untuk SMK yaitu BBM (Bekerja, Berwirausaha dan Melanjutkan).
“Jadi nanti ketika semua siswa akan magang, dengan unit bisnis yang ada di sekolah bisa kita tarik dari industri ke kami. Untuk saat ini kita sudah mulai membuat toko roti brand sendiri, kita juga sudah punya klinik kecantikan sendiri, kemudian untuk jurusan teknik komputer, kita sudah buat rancang desain website dan untuk jurusan desain komunikasi visual kita juga sudah punya digital printing sendiri. Itu semua memang sudah kita siapkan tiga bulan ke depan, saat nanti tahun ajaran baru, jadi semuanya sudah bisa running,” pungkasnya. (**)





