Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menawarkan solusi inkubasi UMKM saat merespons keluhan kesejahteraan guru lulusan pendidikan profesi guru (PPG) nonsertifikasi saat kunjungan ke Desa Masaran, Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (12/2).
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, Novita menilai solusi konkret tersebut akan memanfaatkan platform digital untuk menambah penghasilan para guru.
"Saya tidak bisa membiarkan masalah ini tanpa solusi. Karena itu, saya tawarkan inkubasi UMKM dan peluang menjadi affiliate atau konten kreator agar para guru memiliki tambahan penghasilan," ujarnya.
Menurut Novita, permasalahan guru itu harus terus didorong dalam penyelesaian status dan hak-hak guru di tingkat pusat.
Dia menilai peluang ekonomi digital sekarang ini sangat terbuka lebar. Novita mencontohkan aktivitas sederhana dari pemanfaatan platform digital untuk memberikan pendapatan tambahan.
"Dengan memanfaatkan platform digital secara kreatif, penghasilan tambahan itu sangat mungkin. Ini bisa menjadi solusi sementara untuk meringankan beban mereka," katanya.
Tawaran tersebut, tutur Novita, disambut positif oleh para guru lulusan PPG nonsertifikasi. Namun, ia menerima masukan bahwa para guru tetap berharap adanya kejelasan status dan peningkatan kesejahteraan yang dapat diperjuangkan di tingkat nasional.
Menanggapi hal tersebut, Novita menegaskan komitmennya untuk meneruskan serta membawa aspirasi tersebut kepada rekan-rekannya di Komisi X DPR RI yang membidangi perihal pendidikan.
"Perjuangan status dan kesejahteraan tetap harus disuarakan. Saya akan terus mengawal dan berkoordinasi agar ada solusi yang lebih komprehensif," katanya.
Baca juga: Anggota DPR dorong Gen Z siapkan diri sambut peluang industri kreatif
Baca juga: Anggota DPR: Kebutuhan dasar korban bencana harus segera dipenuhi
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, Novita menilai solusi konkret tersebut akan memanfaatkan platform digital untuk menambah penghasilan para guru.
"Saya tidak bisa membiarkan masalah ini tanpa solusi. Karena itu, saya tawarkan inkubasi UMKM dan peluang menjadi affiliate atau konten kreator agar para guru memiliki tambahan penghasilan," ujarnya.
Menurut Novita, permasalahan guru itu harus terus didorong dalam penyelesaian status dan hak-hak guru di tingkat pusat.
Dia menilai peluang ekonomi digital sekarang ini sangat terbuka lebar. Novita mencontohkan aktivitas sederhana dari pemanfaatan platform digital untuk memberikan pendapatan tambahan.
"Dengan memanfaatkan platform digital secara kreatif, penghasilan tambahan itu sangat mungkin. Ini bisa menjadi solusi sementara untuk meringankan beban mereka," katanya.
Tawaran tersebut, tutur Novita, disambut positif oleh para guru lulusan PPG nonsertifikasi. Namun, ia menerima masukan bahwa para guru tetap berharap adanya kejelasan status dan peningkatan kesejahteraan yang dapat diperjuangkan di tingkat nasional.
Menanggapi hal tersebut, Novita menegaskan komitmennya untuk meneruskan serta membawa aspirasi tersebut kepada rekan-rekannya di Komisi X DPR RI yang membidangi perihal pendidikan.
"Perjuangan status dan kesejahteraan tetap harus disuarakan. Saya akan terus mengawal dan berkoordinasi agar ada solusi yang lebih komprehensif," katanya.
Baca juga: Anggota DPR dorong Gen Z siapkan diri sambut peluang industri kreatif
Baca juga: Anggota DPR: Kebutuhan dasar korban bencana harus segera dipenuhi





