Progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Jalan Utama-Raja Melani RT 04 RW 17, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau sudah sampai pada puncaknya. Jembatan penghubung akses anak sekolah dan masyarakat itu kini sudah berdiri kokoh.
"Progres sampai saat ini telah mencapai sekitar 90 persen, dan saat ini sudah bisa dilalui motor dan pejalan kaki," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Artha, dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Muharman mengatakan pengerjaan difokuskan pada tahap finishing untuk menghaluskan konstruksi jembatan yang terbuat dari beton tersebut. Petugas gabungan di lapangan tampak bekerja secara intensif guna memastikan jembatan dapat segera digunakan kembali dalam waktu dekat.
"Saat ini pekerjaan tinggal merapikan dan mengaci plesteran dinding bagian luar tembok pembatas jembatan," katanya.
Pekerjaan ini melibatkan petugas gabungan dari Satbrimob Polda Riau, Polresta Pekanbaru, Direktorat Samapta Polda Riau serta masyarakat.
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini, anak-anak sekolah dan masyarakat kini bisa melakukan aktivitas dan mobilitasnya dengan aman dan tanpa khawatir.
Upaya ini merupakan bagian dari instruksi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan peka terhadap kendala yang dihadapi warga di lapangan. Perbaikan infrastruktur jembatan ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat jalan atau jembatan yang rusak.
Selain melakukan perbaikan fisik, kegiatan ini juga menjadi ajang sinergitas antara Polri dan masyarakat setempat melalui gotong royong. Diharapkan dengan adanya jembatan yang sudah diperbaiki ini, roda perekonomian warga di sekitar lokasi dapat kembali berputar normal tanpa terkendala hambatan infrastruktur.
Mewujudkan Keadilan Sosial
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk komitmen kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat. Polri hadir bukan hanya sekadar melakukan penegakan hukum, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi persoalan fundamental masyarakat dan memastikan kehadiran negara hingga ke pelosok.
Menurut jenderal bintang dua tersebut, ada nilai keadilan yang sedang diperjuangkan. Ia menekankan bahwa anak-anak di pedalaman memiliki hak yang sama untuk bersekolah dengan aman, sebagaimana anak-anak di perkotaan yang memiliki akses mudah.
"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ, bahwa saudara-saudara kita di daerah juga berhak memiliki dan merasakan fasilitas yang sama baiknya dengan tempat lain," tegas Irjen Herry.
(mea/dhn)





