Usai Cemari Sungai Cisadane, Pemilik Gudang Pestisida di Taman Tekno Gandeng KLH Lakukan Pemulihan Lingkungan

tvonenews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Tangerang Selatan, tvOnenews.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyegel gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama yang terletak di kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Penyegelan itu dilakukan usai gudang pestisida menjadi penyebab pencemaran aliran Sungai Cisadane usai terbakar hebat pada Senin (9/2/2026) hingga berbuntut matinya ribuan ikan yang berhabitat di perairan itu.

"Kami akan melakukan, memerintahkan, pengelola kawasan untuk melakukan audit lingkungan secara presisi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," ungkap Hanif saat meninjau lokasi pada Jumat (13/2/2026).

Manager Operasional PT. Biotek Saranatama, Luki
Sumber :
  • Istimewa

Hanif menuturkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan perusahaan pemilik gudang untuk melakukan langkah pemulihan pasca pencemaran tersebut.

Menurutnya langkah pemulihan antar pihak itu dilakukan dalam upaya percepatan pemulihan aliran Sungai Cisadane yang tercemar.

"Kita akan segera melakukan langkah-langkah pemulihan sementara untuk menghindari terjadinya paparan lanjutan," katanya.

Merespons hal tersebut, Manager Operasional PT. Biotek Saranatama, Luki mengatakan pihaknya menggandeng KLH dan Pemerintah Kota Tangsel dalam menetralisasi aliran sungai yang sempat tercemar.

Tak hanya itu, pihaknya turut melakukan penelusuran dengan koordinasi terkait aliran sungai yang tercemar.

"Ya kalau penetralan kita tetap koordinasi. Tetapi kalau untuk seperti pengembalian biota, ekosistem itu kan tidak ada kaitannya sama zat kimia jadi kita lakukan sendiri," katanya.

Di sisi lain, Luki mengaku pihaknya turut melepas ribuan ekor bibit ikan dalam upaya memeulihakn biota Sungai Cisadane yang sempat mati akibat cemaran zat kimia tersebut.

Aksi pelepasan ribuan bibit ikan tersebut berlangsung di aliran Sungai Cisadane kawasan Taman Jaletreng, Serpong, Kota Tangsel.

"Hari ini kita juga melakukan pengembalian ekosistem biota yang ada di sungai dengan penyebaran sekitar 5.000 ikan yaitu ikan lele, gurame, dan nila," pungkasnya. (raa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kelebihan Muatan, KM Dahliya Tenggelam di Mahakam | KOMPAS MALAM
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Salurkan Bantuan Dana Perbaikan Rumah Rusak akibat Bencana Sumatera Barat, Sasar 275 KK
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Surati UNICEF, Ketua BEM UGM Diteror Nomor Asing hingga Ancaman Penculikan
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Bonatua Pamer Salinan Ijazah Jokowi dari KPU DKI, Ini Penampakannya!
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Noel Bongkar Teka-teki Parpol Tiga Huruf Berinisial 'K' di Kasus Korupsi K3 Kemenaker
• 20 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.