ATLET figure skating kebanggaan Jepang, Yuma Kagiyama, mendedikasikan medali perak yang diraihnya pada nomor tunggal putra Olimpiade Milano Cortina 2026 untuk sang ayah sekaligus pelatihnya, Masakazu Kagiyama. Tampil di Milano Ice Skating Arena pada Jumat (13/2), Yuma sukses mempertahankan tradisi medali dengan total skor 309,57 poin.
Keberhasilan ini menjadi momen emosional bagi Yuma, mengingat perjalanan panjangnya pulih dari cedera pergelangan kaki pasca-Olimpiade Beijing 2022. Di pinggir lapangan es, Masakazu Kagiyama tampak mendampingi putranya dengan penuh haru saat skor akhir diumumkan oleh tim juri.
"Medali ini adalah bukti kerja keras kami sebagai tim. Ayah saya selalu percaya pada kemampuan saya bahkan di saat tersulit, dan kehadiran Carolina Kostner melengkapi sisi artistik saya," ujar Yuma dengan mata berkaca-kaca usai prosesi pengalungan medali.
Baca juga : Yuma Kagiyama Sabet Perak Figure Skating Olimpiade Milan 2026
Kagiyama tampil memukau dalam segmen Free Skating dengan interpretasi musik yang mendalam. Pengaruh Carolina Kostner, peraih medali Olimpiade asal Italia yang kini menjadi bagian dari tim pelatihnya, terlihat jelas pada setiap transisi gerakan Yuma yang dinilai lebih elegan dan matang dibandingkan empat tahun lalu.
Meski harus mengakui keunggulan teknis Ilia Malinin dari Amerika Serikat yang meraih emas, Kagiyama tetap menjadi sosok yang paling diapresiasi publik Milan karena kualitas skating skills yang sangat halus. Pencapaian ini mengukuhkan Yuma sebagai atlet Jepang pertama yang mampu meraih medali perak di dua edisi Olimpiade Musim Dingin secara berturut-turut pada nomor tunggal putra.
Profil Singkat Yuma Kagiyama Nama Yuma Kagiyama Asal Yokohama, Jepang Pelatih Masakazu Kagiyama, Carolina Kostner Prestasi Perak Olimpiade 2022, Perak Olimpiade 2026Dengan hasil ini, Jepang terus mendominasi peta persaingan figure skating dunia, di mana Yuma Kagiyama kini menjadi mentor bagi talenta-talenta muda Negeri Matahari Terbit menuju kejuaraan dunia mendatang.
PENAFIAN _Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi





