jpnn.com, JAKARTA - Maskapai penerbangan nasional asal Yogyakarta, PT Surya Mataram Nusantara (FlyJaya), berhasil membukukan penumpang hingga 50 ribu orang sepanjang tahun operasional 2025.
Menyambut capaian positif tersebut, FlyJaya melakukan manuver bisnis agresif pada 2026.
BACA JUGA: FlyJaya Ekspansi ke Indonesia Tengah dan Timur, Buka Potensi Wisata Serta Ekonomi
"Salah satunya kami terus membuka rute baru, kali ini ke pusat industri nikel, Morowali, serta menambah tiga armada baru," kata Direktur Niaga FlyJaya, Ary Mercyanto, Jumat (13/2).
Langkah itu menandai transformasi FlyJaya yang kini tak hanya fokus pada sektor pariwisata dan budaya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai mitra strategis industri hilirisasi nasional di Indonesia Timur.
BACA JUGA: Maskapai Hemat Biaya FlyJaya Segera Layani Rute Jakarta-Jember
Dia mengatakan rute penerbangan ke Morowali (MOH), Sulawesi Tengah, merupakan respons strategis terhadap pesatnya pertumbuhan industri pertambangan.
Sebagai pusat gravitasi ekonomi baru, Morowali membutuhkan konektivitas udara yang efisien bagi para pelaku bisnis dan tenaga kerja ahli.
BACA JUGA: FlyJaya Buka Rute Halim-Adisutjipto Yogyakarta
"Ekspansi ke Morowali adalah jawaban FlyJaya atas tingginya permintaan pasar korporasi. Kami ingin memberikan akses cepat menuju pusat industri strategis nasional," ujarnya.
Guna mendukung pengembangan jaringan tahun ini, FlyJaya memastikan akan mendatangkan 3 unit pesawat ATR 72 tambahan.
Armada baru ini dipersiapkan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan di rute yang sudah ada.
"Juga memperkuat konektivitas dan membuka rute-rute baru di daerah potensial yang belum terlayani secara optimal," ungkapnya.
Selain ekspansi rute, FlyJaya tetap mengedepankan kualitas layanan.
Berdasarkan data resmi Direktorat Angkutan Udara periode peak season (18 Desember 2025 – 4 Januari 2026), FlyJaya mencatatkan tingkat ketepatan waktu atau On-Time Performance (OTP) sebesar 90,74%.
Angka itu membuktikan ketangguhan manajemen operasional FlyJaya dalam menjaga jadwal penerbangan tetap stabil meski di tengah lonjakan penumpang libur akhir tahun.
FlyJaya juga memperkokoh fondasi operasionalnya dengan sertifikasi ISO untuk Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Jaminan keselamatan internasional ini menjadi nilai tambah bagi penumpang, baik yang terbang untuk urusan bisnis maupun wisata. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Maskapai Hemat Biaya FlyJaya Buka Rute Bandara Halim ke Yogyakarta
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad




