Penulis: Riwandi
TVRINews, Banjarbaru
Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat mulai dirasakan manfaatnya oleh warga Kalimantan Selatan. Salah satunya Safitri, siswi yang tergabung dalam Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru.
Sebelumnya, Safitri sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya. Kini, ia bersama teman-temannya mampu mengoperasikan laptop untuk kegiatan pembelajaran teknologi informasi.
Perubahan itu menjadi titik balik bagi remaja yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas dan orang tua yang bekerja serabutan tersebut.
SRMP 20 Banjarbaru berlokasi di Panti Budi Luhur, Landasan Ulin, Banjarbaru. Kesempatan kembali mengenyam pendidikan memberi Safitri harapan baru untuk melanjutkan sekolah sekaligus meningkatkan keterampilan di bidang teknologi.
Kepala SRMP 20 Banjarbaru, Pipitniati, mengatakan para siswa yang bersekolah di sana berasal dari keluarga prasejahtera, termasuk kategori miskin dan miskin ekstrem.
“Anak-anak yang bersekolah di sini berasal dari keluarga prasejahtera. Jika diibaratkan dalam rentang satu sampai sepuluh, mereka berada pada tingkat paling bawah, benar-benar fakir miskin. Program ini bertujuan menjamin anak-anak terlantar dan fakir miskin agar bisa bersekolah seperti anak-anak lain di luar sana dan memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menambahkan, melalui Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga dengan latar belakang pekerjaan informal, seperti tukang becak atau pekerja serabutan, memiliki peluang mengubah nasib melalui pendidikan dan fasilitas yang setara dengan sekolah unggulan.
Pada tahap awal, proses pembelajaran sempat menghadapi sejumlah kendala. Para siswa yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem sekolah berasrama yang diterapkan.
Namun, berkat kesabaran dan pendampingan para guru, para siswa kini mulai menyesuaikan diri dengan pola pembelajaran dan kehidupan di asrama.
Saat ini, SRMP 20 Banjarbaru menampung 100 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Melalui sistem sekolah berasrama, program ini diharapkan mampu memberikan bekal ilmu pengetahuan sekaligus membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi anak Indonesia dari keluarga prasejahtera.
Editor: Redaktur TVRINews





