Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilanda banjir setelah delapan sungai meluap dan menerjang 17 desa di delapan kecamatan. Peristiwa ini terjadi hingga Jumat (13/2).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, sebanyak 3.944 rumah terdampak banjir.
Sebanyak 299 warga yang mengalami dampak paling parah terpaksa mengungsi. Air disebut hampir menenggelamkan seluruh bagian rumah mereka.
Banjir juga menelan korban jiwa. Seorang warga bernama Siti Fadilah (40), asal Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, meninggal dunia akibat tersengat listrik saat banjir merendam kabel listrik.
Status Darurat Masih DikajiBupati Jember, Muhammad Fawait, masih mengkaji kondisi di lapangan untuk menentukan perlu tidaknya menetapkan status darurat bencana.
Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan draf keputusan bupati tengah diproses.
"Sedang kami kaji situasinya. Bupati menerima masukan dan laporan setiap perkembangan kondisi. Dan benar, rancangan keputusan Bupati sedang di proses oleh Bagian Hukum," ujarnya.
4 Dapur Umum dan Evakuasi WargaKepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyebut prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan warga terdampak.
Petugas bersama relawan dikerahkan untuk mengevakuasi warga. BPBD juga mendirikan empat dapur umum guna menyediakan makanan darurat bagi pengungsi.
Selain itu, tim medis diterjunkan untuk menangani gangguan kesehatan warga terdampak.
Menurut Edy, banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga merusak fasilitas publik.
"Ada pesantren dan sekolah yang tergenang. Tiga jembatan rusak, bahkan ada yang roboh sampai putus," ujarnya.
Waspada di Sepanjang 8 SungaiBPBD mengimbau warga yang tinggal di sekitar aliran delapan sungai untuk meningkatkan kewaspadaan karena debit air masih tinggi.
Delapan sungai tersebut meliputi:
Sungai Dinoyo Panti
Sungai Kaliputih
Sungai Kaliklepuh Panti
Sungai Kalijompo Sukorambi
Sungai Rembangan Arjasa
Aliran Sungai Bedadung
Sungai Karangbayat Sumberbaru
Sungai Gondangdia Tanggul
Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, Edy menyampaikan terima kasih kepada para relawan yang membantu penanganan banjir.
"Relawan-relawan telah banyak yang membantu warga. Termasuk pembersihan lumpur di rumah warga, mengurai hambatan akses jalan, pembersihan pohon roboh, dan lain sebagainya," tuturnya.
Hingga kini, BPBD masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak banjir.





