Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait tinggi gelombang yang diperkirakan dapat mencapai 4 meter di perairan Sumatera Utara. Gelombang setinggi ini berpotensi akan terjadi khususnya di wilayah barat Kepulauan Batu dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
"Gelombang empat meter berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Batu dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Christin Ordein, Jumat (13/2).
Dalam situasi ini, BMKG mengingatkan masyarakat, terutama nelayan dan pemangku kepentingan di sektor pelayaran, untuk tetap waspada agar dapat meminimalisir risiko yang bisa terjadi.
"Ini harus diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran," ujarnya, dilansir dari Antara.
Peringatan ini dikeluarkan setelah analisis mendalam yang menunjukkan bahwa kondisi ombak yang tinggi dapat mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut. Para nelayan, terutama yang menggunakan perahu kecil, disarankan untuk tidak berlayar jika tinggi gelombang diperkirakan melebihi 1,25 meter, karena berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
Potensi Gelombang Tinggi dan Kecepatan AnginBMKG menjelaskan bahwa angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan antara 5 hingga 25 knot selama periode yang telah ditentukan. Kecepatan angin ini berkontribusi terhadap kenaikan tinggi gelombang, yang dapat menjadi ancaman bagi keselamatan pelayaran. Dalam kondisi ini, nelayan diharapkan lebih berhati-hati, terutama saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang berada pada angka 1,25 meter atau lebih.
"Kondisi gelombang tinggi tersebut dapat terjadi mulai 14 hingga 16 Februari 2026. Angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan 5-25 knot. Secara umum kondisi cuaca di perairan Sumatera Utara berawan hingga hujan ringan," kata Christin.
Kapal-kapal yang bergerak di lautan juga perlu mempertimbangkan hal ini. Misalnya, kapal tongkang menjadi lebih berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot disertai dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
Sedangkan untuk kapal feri, situasi menjadi lebih berbahaya jika angin bertiup lebih dari 21 knot dengan gelombang setinggi 2,5 meter. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak yang beraktivitas di laut untuk memantau informasi terkini dari BMKG dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.
Wilayah Berdampak dan Tinggi Gelombang LainSelain gelombang tinggi yang mencapai 4 meter, BMKG juga mengidentifikasi potensi gelombang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah lain. Beberapa daerah yang diprediksi mengalami kondisi tersebut mencakup Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, serta berbagai lokasi di Samudra Hindia selatan, seperti Banten, Jawa Barat, dan Bali.
Para pemangku kepentingan perlu mencermati informasi dari BMKG terkait daerah-daerah yang mungkin terdampak oleh gelombang tinggi tersebut. Selain itu, berbagai laut dan selat di wilayah tengah Indonesia juga dapat mengalami peningkatan tinggi gelombang. Dalam hal ini, perairan yang menjadi perhatian mencakup Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, dan Laut Flores, serta beberapa selat yang strategis.
Di saat bersamaan, perlu diingat bahwa kondisi cuaca di laut tidak selalu dapat diprediksi dengan tepat. Oleh karena itu, penjagaan terhadap keselamatan pelayaran harus tetap diutamakan dan informasi dari BMKG harus selalu diperhatikan dengan serius.





