Bau Kimia Masih Tercium, KLH Periksa Kualitas Udara di Gudang Pestisida Tangsel

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan pengujian kualitas udara di lokasi kebakaran gudang pestisida di wilayah Taman Tekno, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (13/1/2026).

Pengujian dilakukan karena hingga lima hari setelah kebakaran, bau kimia masih tercium menyengat di sekitar lokasi.

"Sekarang ini kan kita masih bisa merasakan adanya bau, bau kimia yang masih ada di sini. Jadi kami menugaskan tim untuk melakukan pengecekan gas-gas apa saja yang ada di sekitar sini,” ujar Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, di lokasi, Jumat.

Baca juga: Parkir di Samping Pos Polisi, Motor Warga di Penjaringan Raib

Dalam proses pengujian tersebut, pihaknya menurunkan tim khusus untuk mendeteksi kandungan gas yang kemungkinan masih tersisa di lokasi kebakaran.

"Kami menugaskan tim yang punya pengalaman dalam mendeteksi dan juga pemulihan bahan-bahan kimia. Itu yang kita lakukan," kata dia.

Pengujian dilakukan dengan mengambil sampel udara dan mengukur kualitas udara di sekitar gudang yang terbakar. Hasil sementara menunjukkan masih terdapat sisa gas berbahaya, antara lain Hidrogen Sulfida (H2S), Karbon Monoksida (CO), dan Amonia (NH3).

Sebagai langkah awal penanganan, KLH akan mengevakuasi seluruh bahan kimia yang masih tersisa pascakebakaran, termasuk pasir dan drum yang berisi pestisida.

"Kami memindahkan apabila ditemukan ada bahan-bahan kimia yang masih ada di lokasi ini, kita akan pindahkan ke tempat yang aman. Sehingga kan di sini akan berkurang dampaknya," jelas dia.

Selain itu, KLH juga berkoordinasi dengan pihak pengelola kawasan untuk membatasi akses masyarakat ke area terdampak sebagai langkah pencegahan sementara.

Baca juga: Menteri LH Bakal Gugat Perusahaan Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane

“Kami ingin memastikan bahwa udara di sini benar-benar aman. Maka kami akan membatasi akses masyarakat atau pihak-pihak yang akan beraktivitas di dekat lokasi gudang terbakar ini,” ucap dia.

Diketahui, kebakaran terjadi pada gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan, Senin (9/2/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut menyebabkan pencemaran aliran air Sungai Jaletreng di wilayah Rawabuntu, Serpong.

Danton Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tangerang Selatan, Sahroni mengatakan, pencemaran terjadi akibat air pemadaman bercampur dengan zat kimia dari material pestisida yang terbakar.

"Itukan bahan kimia yang terbakar. Jadi air dari pemadaman itu, zat kimia yang terbakar, ngalir ke got, ke gorong-gorong, jadi kebawa arus, kebawa ngalir ke sana," ujar Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Senin.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Sahroni, aliran air tersebut bermuara ke Sungai Jalatreng yang merupakan salah satu aliran menuju Kali Angke.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Target Ekonomi 2026 Tembus 6%, Prabowo-Purbaya Optimistis
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dua SPPG di Tulungagung Hentikan Sementara Operasional, BGN Sebut Ada Keterlambatan Penerimaan Dana
• 40 menit lalukompas.tv
thumb
Debut Jadi Voice Actor, Gilang Dirga Ungkap Realita Sulit di Balik Layar
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo: Saya Diejek dan Dihina Profesor Terkenal Saat Lancarkan MBG
• 12 jam lalukompas.com
thumb
KAI Daop 8 Surabaya Catat 100 Ribu Lebih Penumpang Pesan Tiket Mudik Lebaran
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.