Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Denpasar
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali, untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga sekaligus mendorong percepatan digitalisasi pasar tradisional, Jumat, 13 Februari 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat serta memperkuat ekosistem perdagangan rakyat agar semakin efisien dan modern.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ekonomi rakyat melalui kebijakan yang responsif dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Pemerintah berkomitmen memastikan pasar tradisional tetap menjadi ruang ekonomi yang sehat, stabil, dan berpihak pada pelaku usaha kecil serta konsumen.
Dalam peninjauan itu, Wapres Gibran berdialog langsung dengan para pedagang mengenai perkembangan harga sejumlah komoditas strategis.
Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan harga, termasuk memastikan kelancaran distribusi serta dukungan kebijakan yang tepat sasaran bagi pedagang.
Pesan serupa juga disampaikan kepada jajaran Pemerintah Provinsi Bali agar menjaga kestabilan harga pasar demi kenyamanan pedagang maupun pembeli.
Gubernur Bali I Wayan Koster yang turut mendampingi, menyampaikan bahwa Wakil Presiden mengapresiasi langkah digitalisasi yang telah dijalankan di pasar tersebut.
“Beliau secara umum sangat mengapresiasi digitalisasi yang dijalankan di pasar,” ujar Wayan dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menambahkan Wapres Gibran juga memberikan arahan agar komoditas yang mengalami gejolak harga dan kenaikan signifikan dapat memperoleh subsidi secara merata bagi seluruh pedagang.
Selain stabilitas harga, perhatian juga diberikan pada kemudahan sistem transaksi sebagai bagian dari penguatan ekosistem perdagangan yang lebih modern dan transparan.
Era, pedagang bumbu dapur yang telah berjualan selama 15 tahun di Pasar Badung, mengaku sistem pembayaran non tunai sangat membantu proses transaksi.
“Lebih enak menurut saya. Tidak perlu pegang uang. Bisa mengurangi risiko uang palsu. Kalau tunai, kita tidak selalu tahu keasliannya,” kata Era.
Hal senada disampaikan Diana, pembeli yang kerap memanfaatkan layanan pesan antar dari pedagang Pasar Badung dan melakukan pembayaran melalui transfer antarbank.
Menurutnya, sistem tersebut memudahkan ibu rumah tangga karena tidak perlu datang langsung ke pasar.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi digital sektor perdagangan, sekaligus memastikan modernisasi pasar tradisional memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.
Editor: Redaktur TVRINews





