Jakarta, VIVA – Pesulap Merah mengaku geram karena keluarga mendiang istri pertamanya dinilai lebih memilih menyampaikan tudingan di media sosial ketimbang menyelesaikan persoalan secara langsung. Ia menyebut berbagai tuduhan yang beredar di ruang publik membuat namanya tersudut, terutama terkait isu poligami dan dugaan penelantaran.
Merasa tidak terima dengan narasi yang berkembang, Pesulap Merah mengungkap bahwa dirinya sebenarnya sudah berusaha membuka komunikasi secara baik-baik. Namun, upaya tersebut menurutnya tidak mendapat respons yang diharapkan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
“Saya datang ke rumahnya diusir, saya coba ajak komunikasi secara pribadi tidak direspon, tapi malah koar-koar nyebar tuduhan di media tanpa tau kejadian aslinya seperti apa,” ujar Pesulap Merah yang dikutip dari Instagrmanya @marcelradhival1 pada Jumat, 13 Februari 2026.
Polemik ini mencuat setelah keluarga almarhumah Tika Mega Lestari menyampaikan kekecewaan mereka kepada publik. Mereka menilai Pesulap Merah melakukan poligami dan menelantarkan istri pertamanya semasa hidup. Pernyataan tersebut kemudian memicu perbincangan luas di media sosial.
Dalam klarifikasinya, Pesulap Merah mengaku kebingungan dengan sikap keluarga yang menurutnya tidak memberi ruang dialog secara langsung. Ia juga menyinggung bahwa dinamika hubungan dengan keluarga sang istri sebenarnya sudah cukup rumit sejak lama.
“Entah apa yang mereka mau, selama saya menikah dengan istri pertama saya padahal mereka juga yang membuat istri pertama saya merasa berat dalam hidupnya,” tambahnya.
Ia kemudian mengungkap sejumlah cerita yang disebut pernah disampaikan almarhumah kepadanya. Menurutnya, sang istri kerap memikul beban finansial untuk membantu kebutuhan keluarga.
“Bahkan galaunya istri pertama saya ke keluarganya sendiri inipun pernah diceritakan juga ke istri kedua saya, dari mulai diminta bayar biaya bulanan tertunggak untuk ijazah adik ketiganya, diminta bayar pernikahan adik keduanya, membuat pagar dirumah ibunya juga sulit diminta patungan dan istri saya juga yang terbebani, dll,” lanjutnya.
Pesulap Merah menilai kondisi tersebut turut memengaruhi psikologis sang istri semasa hidup. Ia pun mempertanyakan tujuan keluarga yang kembali membuka polemik setelah almarhumah meninggal dunia.





