Hari Valentine identik dengan perayaan cinta yang dirayakan setiap 14 Februari di berbagai negara. Meski dikenal dengan momen penuh romansa, tidak sedikit yang bertanya tentang asal-usul tradidi ini dan alasan cokelat menjadi simbol utamanya, berikut penjelasannya.
Sejarah Awal Cokelat dan Peradaban MesoamerikaCokelat memiliki akar sejarah yang dalam, yang berasal dari peradaban Mesoamerika kuno, terutama di antara suku Maya dan Aztec. Mereka menganggap biji kakao sebagai makanan para dewa dan memanfaatkannya dalam berbagai aspek kehidupan.
Pada saat itu, kaum bangsawan menggunakan cokelat sebagai makanan di hari-hari khusus seperti pertunangan, pernikahan, dan festival keagamaan. Mereka diperkirakan sudah mengonsumsi cokelat sekitar tahun 450 SM-500 SM.
Masyarakat Mesoamerika kuno mengonsumsi cokelat sebagai minuman cokelat yang berbusa, mencampurnya dengan jagung atau berbagai rempah aromatik sepeti vanili dan menambahkan madu di dalamnya.
Cokelat Masuk ke Eropa dan PerubahannyaMengutip laman San Antonio Report, Perkenalan cokelat ke Eropa terjadi pada abad ke-17, berkat penjelajah Eropa mulai membawa minuman cokelat ke Spanyol, Inggris, dan Prancis. .
Minuman cokelat ini menjadi populer di kalangan aristokrat Eropa, yang mengonsumsinya sebagai pilihan minuman elit di istana-istana tempat berkumpulnya kaum bangsawan Eropa. Pada tahun 1847, ditemukanlah cokelat padat.
Bangsa Eropa kemudian menghapus hampir semua rempah-rempah dalam racikan cokelat ala Mesoamerika dan hanya mempertahankan vanila karena cita rasanya.
Seiring kemajuan teknologi, cokelat kemudian diproduksi massal dan diolah menjadi permen manis yang memadukan cokelat dengan gula.
Cokelat dan Hari ValentineSeiring berjalannya waktu, cokelat menyebar ke Eropa dan mulai diproduksi menjadi makanan yang lebih lezal. Awal abad ke-19, Richard Cadbury, seorang pengusaha Inggris, melihat peluang untuk menciptakan tradisi memberikan cokelat di Hari Valentine yang semakin populer dirayakan oleh masyarakat.
Dia mulai mengemas cokelat dalam kotak berbentuk hati yang indah, yang diharapkan dapat menarik perhatian pelanggan dan penggunaannya sebagai wadah untuk menyimpan kenang-kenangan lain, seperti surat cinta.
Sejak saat itu, Nilai jual cokelat pun meningkat dibandingkan produk cokelat pada umumnya. Hal ini menjadikan banyak orang menjadikan cokelat sebagai pilihan hadiah saat Hari Valentine.
Tradisi memberikan cokelat sebagai simbol kasih sayang pun terus bertahan hingga saat ini. Selain memiliki makna romantis, cokelat juga mengandung serotonin yang dapat membantu menumbuhkan rasa bahagia bagi orang yang mengonsumsinya.




