Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam pengumumannya ia mengatakan mengundurkan diri sekaligus mengajukan pensiun dini.
"Saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG," kata Daryono dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Daryono merupakan pejabat BMKG yang kerap menyampaikan keterangan terkait gempa di Indonesia, maupun gempa di luar negeri yang berdampak di Indonesia. Ia juga aktif di media sosialnya untuk mengedukasi masyarakat terkait kegempaan di Indonesia.
Ia mengatakan meski tidak lagi bekerja sebagai pejabat BMKG, ia akan tetap memberikan edukasi kegempaan kepada publik.
Menurutnya ia memiliki tanggung jawab keilmuan (Scientific Responsibility), tanggung jawab edukasi (Educational Responsibility) dan tanggung jawab moral (Moral Responsibility) di negeri yang rawan bencana ini.
"Komitmen saya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan tidak akan berhenti," ujarnya.
"Insyaallah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat," tambahnya.





