Bos BGN Ngaku Deg-degan Jalankan MBG: Kepemimpinan Prabowo Jadi Taruhan

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengakui sempat merasa deg-degan saat dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjalankan program makan bergizi gratis (MBG).

Dadan menuturkan program tersebut menjadi salah satu pertaruhan langsung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Dadan dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).

“Saya sebagai Kepala Badan Gizi mendapat tugas yang luar biasa, karena Pak Presiden pada sidang kabinet yang pertama saja sudah menyampaikan, mempertaruhkan kepemimpinannya untuk program ini [MBG] agar berjalan, dan saya agak deg-degan karena kalau program ini [MBG] tidak berjalan maka kepemimpinan beliaulah yang dipertaruhkan,” kata Dadan.

Dadan menyatakan MBG bukan sekadar program sosial, melainkan langkah strategis jangka panjang yang menyasar pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, Kepala Negara RI telah berada pada fase kepemimpinan sebagai brilliant commander, yakni pemimpin yang memikirkan pengembangan manusia sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi.

Terlebih, menurut Dadan, tantangan demografi Indonesia masih bertumbuh cepat. Jumlah penduduk Indonesia bertambah sekitar enam orang setiap menit atau setara tiga juta jiwa per tahun, dan diproyeksikan mencapai 324 juta jiwa pada 2045.

Baca Juga

  • Bos BGN Tegaskan MBG Tetap Lanjut saat Ramadan, Menu Telur hingga Kurma
  • Prabowo: Sebanyak 4,5 Miliar Porsi MBG Telah Dibagikan untuk 60,2 Juta Orang
  • Prabowo Klaim Program MBG Dongkrak Konsumsi Rumah Tangga RI

Kendati demikian, BGN menilai persoalan utama bukan pada jumlah penduduk, melainkan pada kualitas sumber pertumbuhannya.

“Yang kita tahu bahwa penduduk Indonesia mayoritas tumbuh atau lahir dari orangtua yang pendidikannya 9 tahun,” ujarnya.

Menurut Dadan, kondisi tersebut berdampak pada akses gizi anak, di mana sekitar 60% anak Indonesia belum memiliki akses terhadap menu gizi seimbang dan hampir tidak pernah mengonsumsi susu. “Jadi tidak heran kalau baru pertama kali minum susu ketika ada program ini,” sambungnya.

Setelah berjalan satu tahun, Dadan menyebut program MBG mulai menunjukkan hasil dan mendapatkan pengakuan dari kalangan akademisi maupun internasional.

Dia bahkan mengklaim ekonom dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sebelumnya skeptis kini melihat MBG sebagai pendekatan ekonomi baru dalam pembangunan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelita Jaya siapkan latihan efektif dan efisien selama Ramadhan
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Nutella Ajak Keluarga Rayakan Ramadan Lewat Kampanye Berbagi #SajikanKebersamaanBersamaNutella
• 3 jam laluherstory.co.id
thumb
Muslim Pro Kini Tersedia di MyTelkomsel, Buat Ramadan Jadi Lebih Berkesan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Naik, Dipicu Keterbatasan Pasokan dan Lonjakan Permintaan
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KLH Serahkan Data ke Satgas PKH, Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera Ditinjau Ulang
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.