Menteri PU Pastikan Korban Tanah Bergerak di Tegal Tempati Huntara Sebelum Lebaran

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Tegal: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan, warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akan menempati hunian sementara (Huntara) sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan Dody saat meninjau lokasi terdampak bencana tanah bergerak bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal, Jumat, 13 Februari 2026.

"Pemerintah akan menangani bencana ini berdasarkan kajian teknis menyeluruh. Berdasarkan hasil kajian Badan Geologi Kementerian ESDM, wilayah terdampak dinyatakan tidak layak lagi untuk permukiman, sehingga relokasi warga ke lokasi yang lebih aman menjadi langkah paling tepat," ujar Dody.

Menteri PUPR, Dody Hanggodo (baju coklat besarung dan berpeci hitam) mengamati bongkahan tanah bergerak. MI/Supardji Rasban

Dody mengaakan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 12 hektare di wilayah bawah untuk pembangunan Huntara. Di atas lahan tersebut akan dibangun sekitar 900 hingga 1.000 unit huntara. 

"Untuk pelaksanaan pembangunan akan dilakukan setelah adanya arahan resmi dari Bupati Tegal sebagai dasar perencanaan desain, dan setelah desain disetujui, pembangunan akan segera dimulai," terang Dody. 

Terkait target waktu pembangunan, Menteri PUPR menyampaikan bahwa pembangunan Huntara oleh Kementerian PUPR umumnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga minggu. Dengan catatan proses administrasi berjalan lancar, diharapkan sebelum lebaran warga sudah dapat menempati huntara  yang dilengkapi fasilitas dasar seperti kamar mandi dan sarana umum lainnya.

"Hunian sementara tersebut nanti akan dirancang dengan konsep serupa Huntara yang telah dibangun di wilayah Sumatra dan Aceh, dengan ukuran unit sekitar 4 x 6 meter. Setiap unit akan dilengkapi tempat tidur, lemari, dan kipas angin guna menunjang kenyamanan warga selama masa tinggal sementara," jelasnya. 

Baca Juga :

Tanah Bergerak Hancurkan Sejumlah Rumah di Semarang dan Tegal
Tentang kawasan terdampak bencana, Dody juga menegaskan bahwa sesuai rekomendasi Badan Geologi, wilayah tersebut tidak lagi disarankan untuk dijadikan permukiman. "Ke depan, kawasan tersebut akan diarahkan untuk kegiatan pertanian, dengan koordinasi lebih lanjut bersama Kementerian Pertanian," papar Dody.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menambahkan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah mengusulkan beberapa alternatif lokasi relokasi. Namun, berdasarkan kajian Tim Geologi ESDM Provinsi Jawa Tengah, dua lokasi yang berada di kawasan Perhutani tidak direkomendasikan.

"Melalui rapat koordinasi, akhirnya diputuskan penggunaan tanah bengkok Desa Capar seluas 12 hektare sebagai lokasi hunian sementara. Tim Geologi ESDM Provinsi Jawa Tengah telah meninjau langsung lokasi tersebut dan hari ini surat rekomendasinya telah diterbitkan,” jelas Ischak.

Ischak menambahkan, pihaknya akan segera melengkapi seluruh proses administrasi, termasuk penetapan lokasi dan calon penerima hunian sementara. 

"Pada tahap awal nanti, pembangunan Huntara menjadi prioritas utama, sementara pembangunan hunian tetap akan direncanakan pada tahap berikutnya sesuai ketentuan teknis yang berlaku dan melalui koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat," jelas Ischak. (MI/JI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Brigjen TNI Faridah Faisal Resmi Dilantik Jadi Kepala Pengadilan Militer Utama - MA NEWS
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Prediksi Daftar Pemain Tim Indonesia di Thomas Cup 2026 Berdasarkan Ranking BWF: Tidak Ada Nama Anthony Ginting
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Bukan Soal Fundamental, Ini Penyebab Pasar Kripto Koreksi di Februari
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Nilai Bhayangkara FC Menjadi Tim Berbahaya
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Pimpin Transformasi Kemendukbangga/BKKBN, Menteri Wihaji: Keluarga Fondasi Pembangunan
• 10 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.