Skrining Jantung Bawaan Skala Besar Digelar, PERKI–GE HealthCare Perkuat Upaya Preventif di Indonesia

disway.id
22 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) diprakarsai oleh Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan bekerja sama dengan GE HealthCare Indonesia menyelenggarakan program skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) gratis bagi anak usia sekolah secara berseri di 27 kota di seluruh Indonesia.

Hal ini dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang berlangsung pada 7–14 Februari, yang digelar mulai dari Aceh hingga Jayapura.  

BACA JUGA:Meriahnya Festival Imlek di Jakarta, Ratusan Lampion Merahkan Kawasan Bundaran HI

BACA JUGA:Tajdid Tata Kelola NU: Antara Modernisasi, Profesionalisme, dan Kapasitas

Inisiatif berskala besar ini juga diposisikan untuk meraih rekor MURI sebagai kegiatan skrining PJB terbanyak bagi anak-anak yang dilakukan serentak di periode 23 Januari – 14 Februari di berbagai wilayah. 

Program skrining ini menargetkan siswa sekolah dasar dan santri pondok pesantren, tidak hanya untuk mendeteksi kelainan jantung sejak dini, tetapi juga sebagai langkah awal pengumpulan data skrining PJB secara nasional yang diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai gambaran PJB di Indonesia. 

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan arah kebijakan kesehatan nasional yang menekankan upaya promotif dan preventif. 

BACA JUGA:Prabowo Ungkap Fakta Mengejutkan, 10 Tahun Dana Desa Banyak Tak Sampai ke Rakyat

BACA JUGA:Timnas Indonesia Bakal Lawan Cape Verde di FIFA Matchday? Menanti Ramuan John Herdman

“Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan yang paling banyak ditemukan pada bayi baru lahir, dengan angka prevalensi kira-kira 9-10 per 1000 kelahiran hidup. Penyakit jantung bawaan telah diidentifikasi sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan pada satu tahun pertama kehidupan.

“Sementara itu program skrining PJB sejak tahun 2025 merupakan salah satu skrining pada Cek Kesehatan Gratis (CKG). Oleh karena itu kegiatan deteksi dini PJB pada anak sekolah merupakan salah satu upaya edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” jelasnya.

“Sekaligus memperkuat deteksi dini agar anak-anak dengan PJB dapat memperoleh penanganan yang tepat sedini mungkin. Kolaborasi antara organisasi profesi, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan anak Indonesia,” ungkapnya.

BACA JUGA:Jelang Mudik 2026, Hyundai Tawarkan Solusi Mobil Keluarga Ideal di IIMS 2026

BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Layanan One Stop Services Umrah di Asrama Haji, Berikut 4 Fasilitasnya!

Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI, Dr. Oktavia Lilysari, SpJP(K)., FIHA, menegaskan bahwa gerakan skrining nasional ini merupakan wujud komitmen PERKI dalam melindungi kesehatan jantung anak. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat DKI Jakarta 14 Februari 2026
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Isi Kuliah Umum ASN OIKN, Menteri PANRB Sampaikan IKN Sebagai Cara Baru Bernegara
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Kantongi Nilai Positif dari S&P Global, WTON Perkuat Posisi di Pasar Konstruksi Global
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Sosok Dua Asisten Pelatih Lokal Dampingi John Herdman Latih Timnas, Coach Nova dan Sofie!
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Guru Jember yang Telanjangi Siswa-Siswi Sudah Diperiksa Disdik, Masih Trauma
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.