Fantrix Tradewi (bernama asli Sri Suryaningsih) menahan tangis meski air matanya terus mengalir saat menemui wartawan di ruang kerja Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (13/2).
Semula ia bersiap meladeni wawancara. Namun, seketika ia menyatakan tidak bersedia memberikan pernyataan terkait kasus penelanjangan sejumlah siswa SD yang tengah menimpanya.
"Rasa trauma beliau masih ada," kata Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Pendidikan Disdik Jember, Tulus Wijayanto.
Menurut Tulus, Fantrix saat diperiksa Disdik berulang kali menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya yang dinilai fatal. Ia mengakui tindakannya menggeledah siswa merupakan kesalahan akibat terlalu reaktif hingga kehilangan kendali.
Di hadapan empat pejabat atasannya, Fantrix menyatakan bersedia menjalani proses penegakan disiplin sebagai aparatur sipil negara. Ia juga pasrah terhadap apa pun sanksi yang akan dijatuhkan.
Fantrix yang telah memberikan keterangan saat diperiksa atasannya menyerahkan sepenuhnya penjelasan mengenai kronologi peristiwa penelanjangan siswa di SDN Jelbuk 02.




