Jakarta, tvOnenews.com - Media Belanda menyebut Maarten Paes sebagai pemain yang tidak populer di kalangan penggemar Ajax Amsterdam, berbeda dengan empat pemain yang didatangkan pada bursa transfer Januari oleh raksasa Liga Belanda tersebut.
Maarten Paes resmi didatangkan Ajax Amsterdam dari FC Dallas. Ia ditransfer dari klub Liga Amerika Serikat tersebut dengan harga satu juta euro dan mendapatkan kontrak selama 3,5 tahun.
Pada bursa transfer Januari, Ajax mendatangkan empat pemain baru untuk memperkuat skuad. Selain Maarten Paes, pemain yang sukses didatangkan yakni Maher Carrizo, Oleksandr Zinchenko, dan Takehiro Tomiyasu.
Media Belanda, AD, menyebut bahwa Maarten Paes sebenarnya tidak terlalu dikenal di Belanda. Berbeda dengan di Indonesia, ia menjadi bintang utama bagi skuad Garuda.
- Ajax
"Dari empat pemain baru yang didatangkan Ajax pada musim dingin ini, Maarten Paes adalah yang paling tidak populer di kalangan penggemar biasa," tulis AD, dikutip pada Jumat (13/2/2026).
Meski demikian, secara angka di media sosial, kedatangan Maarten Paes jauh melampaui pemain-pemain lain, bahkan Zinchenko yang secara CV lebih mentereng darinya.
"Di media sosial, pengumuman kedatangan kiper cadangan ini adalah yang paling banyak dibagikan dan disukai," tulis AD.
"Sebagai perbandingan, transfer yang telah lama ditunggu-tunggu dari mantan pemain kelas dunia Oleksandr Zinchenko dari Arsenal sejauh ini telah disukai sekitar 80.000 kali di Instagram. Ketika Ajax secara resmi mengumumkan kepindahan Paes, sebanyak 700.000 tanda suka diberikan," lanjutnya.
- Instagram @maartenpaes
AD pun seperti menyindir dengan menyebut popularitas Maarten Paes bukan berasal dari atas lapangan, melainkan lahir dari media sosial karena bermain untuk Timnas Indonesia.
"Popularitasnya bukan berkat resume yang mengesankan. Paes sebelumnya bermain untuk NEC, FC Utrecht, dan FC Dallas. Tidak, neneknya memainkan peran penting dalam ketenarannya di Instagram dan TikTok. Karena akar keturunannya, cucunya mampu menjadi pemain internasional Indonesia," tulisnya.




