Tiffany dan Co Disegel, Purbaya Soroti Dugaan Under Invoicing dan Impor Ilegal

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan penyegelan toko perhiasan mewah Tiffany & Co di Jakarta oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dia mengatakan toko tersebut disegel karena terendusnya praktik curang seperti barang selundupan.

Tak hanya itu, Purbaya juga menduga ada kongkalikong. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut siapa pihak-pihak yang diduga terlbat. 

“Sebagian besar yang masuk itu barangnya memang tidak bayar (bea masuk), curiga ini selundupan,” kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2). 

Purbaya mengatakan, untuk membuktikan dugaan itu, petugas meminta Tiffany & Co untuk menunjukkan surat bukti perdagangannya, dan tak bisa dipenuhi.

“Ada yang penuh betul-betul selundupan, ada yang cuma bayarnya under invoicing. itu kelihatan semua," katanya. 

Purbaya mengatakan, kejadian ini menjadi sinyal bagi para pelaku usaha agar menjalankan bisnisnya dengan adil dan tidak merugikan negara. 

“Ini pesan yang baik kepada pelaku bisnis yang enggak terlalu fair, yang merugikan saya sehingga pemasukan dari Bea Cukai dan pajak turun," katanya.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta sebelumnya melakukan penyegelan terhadap toko perhiasan mewah, di antaranya adalah Tiffany&Co. Penyegelan dilakukan karena  adanya dugaan pelanggaran administrasi terhadap barang-barang yang diimpor. 

“Kami melakukan operasi terkait barang-barang 'high value good', yaitu barang-barang bernilai tinggi yang kami duga terdapat barang-barang yang tidak diberitahukan kepada pemberitahuan impor barang,” kata Kepala Seksi Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto.

Selain toko perhiasan Tiffany&Co di Plaza Senayan, ada dua toko lainnya dari merek (brand) perhiasan kelas dunia itu di Plaza Indonesia dan Pasific Place. 

“Untuk saat ini tiga toko, terkait berkembangnya ke depan dimungkinkan kita juga berkembang lagi. Tidak cuma 1 'outlet',” kata Siswo.

Penindakan tersebut menindaklanjuti instruksi dari Purbaya agar melakukan penggalian potensi penerimaan di luar yang memang sudah terbiasa dilakukan di kepabeanan maupun cukai. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ressa Rossano Canggung Panggil Denada Ibu, Pakai Kata Mbak
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Wamenhaj Soal Umrah Via Asrama Haji: Tak Ada yang Rumit, Itu Pilihan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Pegadaian Dukung Fatwa DSN-MUI soal Usaha Bulion Syariah
• 29 menit laludetik.com
thumb
Ujian Perdana Pemain Termahal PSM Makassar Dusan Lagator: Matikan Mesin Gol Dewa United Alex Martin!
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Batik Tulis Senilai Rp1,3 M Raib Dicuri di Pameran Inacraft 2026 JCC Senayan | BU
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.