Ongkos Politik Pilkada Langsung Dinilai Tinggi, Kendala Kandidat Ikut Kontestasi?

okezone.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Tingginya ongkos politik dalam pelaksanaan Pilkada dinilai menjadi persoalan serius bagi demokrasi di Indonesia. Fenomena ini terlihat dari besarnya biaya yang harus dikeluarkan sejak tahap pencalonan, meski belum tentu kandidat bisa maju dalam kontestasi.

Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan, mengatakan perjalanan Pilkada langsung sejak 2005 menunjukkan kecenderungan biaya politik yang terus membengkak.

“Karena perjalanan pilkada langsung sejak 2005 sampai sekarang memang menunjukkan biaya politik yang tinggi. Kalau kita buka tahap-tahapnya, ada empat tahap krusial yang mau tidak mau membuat kandidat mengeluarkan biaya besar,” kata Yusak dalam diskusi bertajuk "Masa Depan Pilkada: Antara Aspirasi Rakyat dan Penataan Sistem Politik" di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga :
Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Titi Anggraini: Transaksi Abu-Abu Bisa Meningkat

“Satu partai saja, kalau standar ‘aman’ misalnya Rp300–Rp500 juta, dan ada banyak partai, itu sudah sangat besar. Tahap berikutnya adalah kampanye. Wilayahnya luas, kandidat tidak mungkin menjangkau semuanya dengan cara-cara biasa. Makanya muncul politik uang,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Dorong Strategi Terpadu Logam Tanah Jarang
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Mohan Hazian Akui Tuduhan Pelecehan Seksual, Ini Kronologi Kasusnya
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kerry Adrianto Tidak Merasa Bersalah, Alasan Jaksa Menuntutnya 18 Tahun Penjara
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Rangkaian HUT ke-69 Astra, Asmo Sulsel Gelar Donor Darah Rutin
• 12 jam laluterkini.id
thumb
Cemari Sungai Cisadane sampai Bikin Ikan Mati, Gudang Penyimpanan Pestisida yang Terbakar Disegel
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.