Laga semifinal Liga 4 Nusantara yang mempertemukan tuan rumah PSIR Rembang melawan Persak Kebumen di Stadion Krida, Rembang, Jawa Tengah, berakhir ricuh. Ratusan suporter tuan rumah nekat menyerbu masuk ke tengah lapangan dan melakukan aksi pengeroyokan terhadap wasit setelah tim kebanggaan mereka dipastikan kalah.
Peristiwa ini bermula sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. PSIR Rembang harus menerima kenyataan pahit gagal melaju ke babak final setelah dipaksa menyerah dengan skor 0-2 oleh tim tamu, Persak Kebumen.
Kecewa dengan hasil tersebut, ratusan suporter tuan rumah langsung merangsek masuk ke area lapangan. Massa yang emosional kemudian mengejar dan mengeroyok wasit yang memimpin jalannya pertandingan.
Meskipun petugas keamanan telah bersiaga, jumlah massa yang besar membuat barikade pengamanan tidak mampu membendung luapan suporter yang turun dari tribun.
Baca juga: Frank Ilett Donasikan Rambut Meski MU Imbang Melawan West Ham
Guna menghindari aksi kekerasan lebih lanjut, petugas keamanan segera melakukan tindakan cepat dengan mengamankan wasit serta sejumlah pemain Persak Kebumen. Mereka dievakuasi ke ruang ganti dengan pengawalan yang sangat ketat.
Ketegangan ternyata tidak hanya terjadi di dalam lapangan. Kericuhan dilaporkan merembet hingga ke area luar, tepatnya di depan ruang ganti pemain dan area parkir kendaraan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara mengenai jumlah korban luka maupun potensi sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak PSIR Rembang atas peristiwa ini. Pihak aparat keamanan dilaporkan masih terus melakukan pendalaman dan investigasi lebih lanjut atas kericuhan yang terjadi di Stadion Krida tersebut.




