Lumajang: Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh 4 kilometer dari kawah puncak pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan erupsi terjadi pukul 20.02 WIB.
"Kami mendapatkan laporan bahwa terjadi erupsi Gunung Semeru berupa awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 4.000 meter yang mengarah ke tenggara, yakni Besuk Kobokan," kata Isnugroho saat dikonfirmasi per telepon di Lumajang, Jumat malam, melansir Antara.
Ia menjelaskan tinggi kolom letusan tidak teramati. Namun, erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 3 menit 56 detik.
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 1.000 meter di atas puncak pada Rabu, 11 Februari 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Sebelumnya, APG juga terjadi tiga kali pada hari yang sama. Letusan pertama terjadi pukul 10.56 WIB dengan jarak luncur 3.000 meter. Kemudian pukul 14.22 WIB sejauh 2.500 meter dan pukul 14.31 WIB sejauh 2.500 meter dari kawah puncak.
"Sejauh ini, APG yang terjadi tidak berdampak pada aktivitas warga, karena jauh dari pemukiman, sehingga aman meskipun beberapa kali erupsi disertai APG," tuturnya.
Isnugroho mengimbau masyarakat mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) karena status vulkanik Gunung Semeru masih siaga atau Level III.
"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," katanya.
Baca Juga :
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Semburkan Awan Panas Sejauh 3.000 Meter"Masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujarnya.
Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.



