VIVA –Organ intimmu biasanya baik-baik saja seperti biasa. Tapi ada kalanya sesuatu terjadi, dan tiba-tiba kamu sadar ada masalah serius di area bawah sana.
Beberapa gangguan pada organ intim tergolong cukup umum. Misalnya, disfungsi ereksi yang dialami sekitar 40 persen pria saat memasuki usia 40 tahun. Namun, ada juga masalah lain yang lebih jarang terjadi. Bisa berupa rasa tidak nyaman atau nyeri, atau mungkin tampilannya terasa berbeda dari biasanya.
Lantas, apa saja yang bisa terjadi pada organ intimmu? Ini beberapa di antaranya seperti dilansir dari laman Mens Health, Sabtu 14 Februari 2026.
1. Penis Terong (Eggplant Penis)
Meski sebutannya terdengar lucu, kondisi ini juga dikenal sebagai penis patah atau robek. Kondisi ini biasanya terjadi saat penis mendapat tekanan besar, umumnya ketika berhubungan seks yang cukup intens. Kamu mungkin mendengar bunyi “pop” yang diikuti rasa sakit luar biasa. Ini terjadi karena lapisan jaringan halus yang mengembang saat ereksi mengalami robekan akibat tekanan berlebihan.
Akibatnya, muncul memar besar di bawah kulit dengan warna ungu kebiruan seperti terong. Ini termasuk kondisi darurat medis. Rasa malu sebaiknya dikesampingkan dan segera pergi ke IGD untuk mendapatkan penanganan. Dokter biasanya akan menjahit robekan tersebut. Jika dibiarkan terlalu lama, jaringan parut bisa terbentuk dan memicu masalah berikutnya.
2. Penis Melengkung (Penyakit Peyronie)
Kondisi ini terjadi ketika jaringan parut terbentuk di bagian dalam penis. Seiring bertambahnya usia, hampir semua pria bisa mengalami sedikit jaringan parut akibat penggunaan yang terus-menerus.
Biasanya, jaringan parut ini tidak terasa sakit dalam aktivitas sehari-hari. Namun saat ereksi, kamu mungkin menyadari penis tampak melengkung.
Jaringan parut tidak bisa meregang. Sehingga ketika ereksi terjadi, sisi yang memiliki jaringan parut tidak memanjang seperti sisi lainnya. Akibatnya, penis terlihat bengkok.
Lengkungan ringan sebenarnya masih tergolong normal yang perlu diperhatikan adalah jika perubahan terjadi secara tiba-tiba, semakin parah, atau menimbulkan rasa sakit dan mengganggu hubungan intim.
Dalam beberapa kasus, lengkungan bisa cukup ekstrem. Tanpa pengobatan, kondisi bisa memburuk, tetapi sekitar 15 persen kasus bisa membaik sendiri dalam setahun. Jika mengganggu, dokter dapat memberikan suntikan enzim untuk membantu memecah jaringan parut.





