Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan dirinya akan mengunjungi Venezuela. Namun trump tidak menyebut secara detail kapan waktu kunjungannya.
"Saya akan mengunjungi Venezuela," kata Trump ketika ditanya tentang kemungkinan kunjungan tersebut oleh wartawan di Gedung Putih, dilansir AFP, Sabtu (14/2/2026).
Hal itu disampaikan Trump pada Jumat (13/2). Trump mengatakan belum memutuskan kapan waktu kunjungan dilakukan serta tujuannya mengunjungi Venezuela.
"kami belum memutuskan tanggalnya," tambah Trump.
Seperti diketahui, mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat (AS), setelah digulingkan dalam operasi militer Washington yang mematikan pada awal tahun ini. Presiden sementara Venezuela kini dijabat Delcy Rodriguez.
Usai menangkap Nicolas Maduro, Trump sempat menyebut dirinya sebagai 'Presiden Sementara Venezuela'. Dilansir Anadolu Agency dan Hindustan Times, Senin (13/1/2026), Trump menyampaikan pernyataannya tersebut lewat unggahan via media sosial Truth Social.
Dalam unggahannya tersebut, Trump mengaku sebagai "Presiden Sementara Venezuela". Postingan itu juga menampilkan screenshot dari halaman Wikipedia untuk profil Trump, yang menunjukkan foto resmi Presiden AS tersebut dengan tulisan "Acting President of Venezuela" sejak Januari 2026.
Screenshot yang diposting Trump itu tampaknya merupakan gambar hasil rekayasa atau telah diedit secara digital. Selain mengunggah postingan soal "Presiden Sementara Venezuela" tersebut, Trump juga melontarkan candaan saat menanggapi gagasan agar Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menjadi Presiden Kuba.
Membagikan screenshot postingan seorang pengguna media sosial yang berbunyi "Marco Rubio akan menjadi Presiden Kuba" beberapa hari lalu, Trump membubuhkan komentar berbunyi: "Kedengarannya bagus bagi saya."
(dek/dek)





