Bojonegoro, VIVA – Pertarungan panas tersaji dalam lanjutan Proliga 2026 sektor putri. Jakarta Popsivo Polwan harus bekerja ekstra keras sebelum akhirnya menundukkan Jakarta Electric PLN Mobile lewat drama lima set dengan skor 3-2 (19-25, 25-14, 25-18, 16-25, 16-14) di GOR Utama, Bojonegoro, Jumat 14 Februari 2026.
Laga ini bukan sekadar soal kemenangan. Hasil tersebut membuat persaingan menuju babak Final Four semakin membara. Selisih poin di papan klasemen sementara kini makin tipis, membuat setiap pertandingan ke depan bernilai krusial.
Sejak awal pertandingan, duel sudah berjalan dalam tensi tinggi. Electric PLN langsung menekan lewat Ersandrina Devega Salsabilah yang akrab disapa Caca. Serangan demi serangan yang ia lancarkan membuat Popsivo kesulitan mengembangkan permainan. Celeste Plak turut menyumbang poin penting, sementara blok Neriman Ozsoy semakin mengokohkan dominasi Electric PLN di set pertama.
Popsivo sebenarnya sempat mencoba bangkit melalui spike keras Yonkaira Pena. Namun konsistensi Caca dalam menjaga ritme permainan membuat Electric PLN mengamankan set pembuka dengan skor 25-19.
Memasuki set kedua, momentum berubah drastis. Popsivo tampil jauh lebih agresif dan disiplin dalam bertahan. Saat skor 7-5, tekanan mulai berbalik arah. Arsela Nuari Purnama mencetak poin krusial yang memperlebar jarak menjadi 12-7. Sejak itu, Electric PLN kehilangan kendali. Popsivo menutup set kedua dengan meyakinkan dan menyamakan kedudukan.
- Dok. Proliga 2026
Kepercayaan diri tim asuhan Darko Dobriskov semakin terlihat di set ketiga. Serangan lebih variatif, pertahanan lebih rapat. Electric PLN tak lagi leluasa mencetak poin. Popsivo pun mengamankan set ketiga dan berbalik unggul 2-1.
Namun pertandingan belum selesai. Electric PLN menunjukkan mental kuat di set keempat. Mereka bangkit dan memanfaatkan celah pertahanan Popsivo. Permainan cepat dan akurasi serangan membuat Popsivo tertekan. Set keempat menjadi milik Electric PLN, memaksa pertandingan ditentukan lewat set kelima.
Set penentuan berlangsung dramatis. Kedua tim saling berkejaran angka tanpa ada yang benar-benar dominan. Suasana GOR Utama semakin tegang setiap kali bola menyentuh lantai. Dalam momen kritis, Chelsa Berliana Nurtomo tampil sebagai pembeda dengan poin penting yang menjaga harapan Popsivo.





