Sentilan Trump Sebab Netanyahu Belum Dapat Amnesti

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sentilan ke Presiden Israel Isaac Herzog. Pasalnya, Trump kecewa karena sekutunya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tak mendapatkan pengampunan atas tuduhan penyuapan.

Trump menyebut Netanyahu merupakan pemimpin masa perang yang "luar biasa". Ia mengecam keputusan Herzog.

"Anda memiliki seorang presiden yang menolak untuk memberikan pengampunan kepadanya. Saya pikir orang itu seharusnya malu pada dirinya sendiri," kata Trump tentang Herzog.

Baca juga: Israel di BoP, Komisi I DPR: Kalau Kita Keluar Malah Nggak Tahu Pergerakan

Lalu, Trump juga memina warga Israel untuk menekan Herzog agar memberikan pengampunan kepada Netanyahu.

Komentar tersebut muncul sehari setelah Trump menjamu Netanyahu di Gedung Putih. Itu merupakan pertemuan ketujuh mereka sejak presiden AS itu kembali berkuasa tahun lalu.

"Dia memalukan karena tidak memberikannya. Dia harus memberikannya," cetus Trump.

Tuduhan Netanyahu

Netanyahu dituduh menerima hadiah mewah sebagai suap dan mempertimbangkan kesepakatan dengan media sebagai imbalan atas pemberitaan yang menguntungkan pemerintahannya.

Sidang pertamanya telah dimulai pada tahun 2020. Namun, proses hukum tersebut berulang kali terganggu oleh gejolak geopolitik di kawasan itu, termasuk perang Israel di Gaza.

AS sebelumnya telah meminta Herzog - yang perannya sebagian besar bersifat seremonial - untuk memberikan amnesti atau pengampunan kepada Netanyahu.

Baca juga: Trump Akan Umumkan Pasukan-Rekonstruksi Gaza di KTT Dewan Perdamaian

Trump sebelumnya telah mengajukan permohonan pengampunan kepada Herzog di depan umum, terutama dari balik podium parlemen Israel, Knesset, Oktober tahun lalu.

"Saya punya ide: Bapak Presiden, mengapa Anda tidak memberinya pengampunan?" tanya Trump selama pidatonya saat itu.

Ia juga tampak meremehkan tuduhan penyuapan, dengan menyebutkan barang-barang mewah yang diduga diterima Netanyahu. "Cerutu dan sampanye - siapa yang peduli?" tanya Trump.

Herzog sebelumnya mengatakan bahwa setiap permintaan pengampunan harus mengikuti peninjauan dan prosedur normal berdasarkan hukum negara.




(azh/azh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Chiki Fawzi Blak-blakan Soal Karier, Akui Dunia Akting Bukan Fokus Utama Hidupnya
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Kirim Surat ke Presiden, Ammar Zoni Berharap Dapat Amnesti dan Abolisi: Saya Sudah Mengharumkan Nama Indonesia
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Bahlil Minta Suara Golkar Naik 20 Persen pada Pemilu 2029
• 20 jam lalukompas.com
thumb
AC Milan Waspadai Kekuatan Pisa yang Bermain di Kandang
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rico Waas: Pemuda Harus Kritis dan Hadirkan Solusi Pembangunan
• 55 menit lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.