Mensos Bantah Penonaktifan PBI BPJS Perintah Presiden Prabowo

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa pernyataan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, terkait penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan berpotensi menyesatkan publik dan memicu penyebaran hoaks, terutama karena dikaitkan dengan “perintah Presiden”.

Gus Ipul mengatakan, arahan Presiden Prabowo Subianto bukan untuk mencabut hak layanan kesehatan masyarakat miskin, melainkan melakukan pemutakhiran data peserta sesuai kriteria dalam DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) agar bantuan negara benar-benar tepat sasaran.

“Saya terus terang menyesalkan pernyataan menyesatkan dan hoaks salah satu wali kota, ini menimbulkan salah tafsir jadi pernyataan yang menyatakan bahwa seakan-akan penonaktifan PBI itu merupakan instruksi Presiden ini harus dicabut. Penonaktifan itu semata-mata didasarkan data (DTSEN) yang ada, bukan instruksi dari Presiden,” kata Gus Ipul di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (13/2).

Baca juga : Asosiasi RS Jamin Pelayanan Kesehatan Peserta PBI BPJS Kesehatan Nonaktif Tetap Berjalan

Menurutnya, yang dilakukan pemerintah ialah pemutakhiran data berdasarkan DTSEN. Bukan pemutusan hak. Peserta yang dinonaktifkan adalah mereka yang, berdasarkan data terbaru, sudah tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.

Ia menjelaskan bahwa proses penonaktifan dilakukan melalui mekanisme berbasis data terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, pendamping sosial, serta BPS. Dengan demikian, kebijakan ini bukan keputusan sepihak pemerintah pusat.

Gus Ipul juga secara tegas meminta kepada Wali Kota Denpasar untuk mencabut pernyataannya dan memberikan klarifikasi kepada publik, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Baca juga : Dirut BPJS Kesehatan Tantang DPR Bereskan Data PBI

“Kepala daerah seharusnya membantu meluruskan informasi. Kami minta pernyataan tersebut dicabut dan segera diklarifikasi,” ujarnya.

Dia menegaskan, masyarakat yang benar-benar tidak mampu namun terdampak penonaktifan tetap dapat diusulkan kembali melalui mekanisme resmi di daerah masing-masing.

“Kami membuka ruang koreksi. Negara melindungi yang lemah, sekaligus memastikan bantuan sosial diberikan secara adil dan tepat sasaran,” kata Gus Ipul. (Des)
 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSI Sulsel Tegaskan Solidaritas Lewat Program Jumat Berkah, Dijalankan Secara Konsisten
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Standar Keselamatan Tinggi Dinilai Perkuat Industri Penerbangan RI di Kancah Internasional
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Meski Jadwal Horor Menanti, Madura United Siap Tempur Habis-habisan
• 10 jam lalubola.com
thumb
Festival Imlek Jakarta 2026 di Bundaran HI Dibuka, Perkuat Harmoni dan Semarakkan Ibu Kota
• 20 jam laluerabaru.net
thumb
4 Bulan Pisah Ranjang dan Terseret Isu Nikah Siri dengan Inara Rusli, Insanul Fahmi Masih Rutin Beri Nafkah ke Wardatina Mawa
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.