Pantau - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk mendukung pengembangan transportasi hijau melalui uji coba operasional bus listrik di Kota Semarang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya menekan emisi dan mendorong mobilitas perkotaan berkelanjutan secara nasional.
Artikel berjudul “VKTR dukung transportasi hijau lewat uji coba bus listrik di Semarang” ini dimuat pada Sabtu (14/2/2026) pukul 04.06 WIB dengan waktu baca sekitar empat menit, ditulis oleh Muhammad Harianto dan disunting Junaydi Suswanto.
Uji coba dilakukan bersama karoseri Laksana terhadap bus listrik 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang yang mulai dijalankan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang.
Langkah ini menjawab keresahan masyarakat terhadap bus berbahan bakar fosil yang menghasilkan polusi udara hingga populer dijuluki “cumi-cumi darat”.
Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
"Sebagai pionir perusahaan kendaraan listrik CKD di Indonesia, VKTR tidak hanya berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga aktif mendorong adopsi EV di berbagai sektor, termasuk sektor transportasi umum," ungkap Bimo.
"Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi nasional perusahaan," ujarnya.
Uji coba dilakukan terhadap satu unit bus listrik rakitan VKTR dan Laksana yang akan beroperasi selama satu bulan penuh di rute Terminal Mangkang hingga Terminal Penggaron.
Selama masa uji coba, bus melayani penumpang secara langsung guna evaluasi teknis, operasional, serta pengalaman pengguna.
Sebelum operasional dimulai, VKTR dan Laksana menginisiasi Focus Group Discussion bertema “Strategi Modernisasi dan Transisi Bus Listrik Menuju Angkutan Umum Kota Semarang yang Berkelanjutan”.
Forum tersebut dihadiri Dinas Perhubungan Kota Semarang, BLU UPTD Trans Semarang, serta sejumlah operator lokal.
Dalam seremoni yang sama, bus listrik menjalani uji KIR sebagai prosedur kelayakan sebelum dinyatakan dapat beroperasi.
"Oleh karena itu, kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang serta Trans Semarang untuk turut serta dalam uji coba ini," kata Bimo.
Ia menilai uji coba ini menjadi momentum penting sekaligus bukti komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi transportasi publik yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Saat ini, sebanyak 122 bus listrik rakitan VKTR telah beroperasi di Jakarta melalui sejumlah operator Transjakarta, sementara 30 unit tambahan tengah memasuki proses karoseri di Laksana.
Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menegaskan pentingnya kolaborasi industri dalam mempercepat elektrifikasi transportasi umum.
"Kolaborasi bersama VKTR di Semarang ini menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kesiapan untuk menghadirkan solusi transportasi publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,” tegas Stefan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif uji coba tersebut sebagai bagian dari modernisasi armada Trans Semarang.
"Kami menyambut baik pelaksanaan uji coba bus listrik ini sebagai langkah awal menuju transformasi angkutan umum yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.
"Evaluasi selama masa trial akan menjadi dasar penting dalam mempersiapkan implementasi bus listrik secara lebih luas di Kota Semarang, sejalan dengan komitmen kami menghadirkan layanan transportasi publik yang nyaman, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” lanjutnya.
Kota Semarang saat ini tengah mempersiapkan rencana pengadaan 27 unit bus listrik 12 meter pada 2026 untuk Koridor 1 sebagai bagian dari modernisasi armada.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan pelaku industri nasional, VKTR optimistis kehadiran bus listrik di Semarang tidak hanya menjawab isu “cumi-cumi darat”, tetapi juga membuka babak baru ekspansi kendaraan listrik nasional di sektor transportasi publik.




