Purbaya Tegaskan Tak Akan Ubah Batas Defisit 3 Persen Demi Ekspansi Ekonomi

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran tiga persen dari produk domestik bruto (PDB), meski menargetkan ekspansi ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

“Tidak (tidak akan ubah batas defisit). Saya akan fokus di tiga persen dan mengoptimalkan ruang yang ada untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Purbaya usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (14/2/2026) yang dikutip Antara.

Ia menegaskan strategi pemerintah yang menjaga defisit tetap di bawah tiga persen terbukti efektif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen, yang dinilai sebagai titik balik dari stagnasi pertumbuhan di kisaran lima persen dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Menkeu, ruang fiskal yang tersedia akan terus dioptimalkan tanpa harus melonggarkan disiplin anggaran. Sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan moneter juga dijaga agar keduanya berjalan selaras dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah mempercepat proses debottlenecking atau penghilangan hambatan struktural untuk memperbaiki iklim investasi. Langkah ini diharapkan memperkuat mesin pertumbuhan, baik dari sektor swasta maupun belanja pemerintah.

Terkait target pertumbuhan delapan persen dalam dua hingga tiga tahun mendatang, Purbaya menyebut evaluasi ruang fiskal tambahan akan dilakukan jika diperlukan. Namun, ia meyakini tambahan tersebut tidak mendesak karena terdapat indikasi investor besar akan masuk dalam waktu dekat.

“Tapi, sekarang tidak ada niat untuk menembus tiga persen atau minta evaluasi batas tiga persen itu perlu diubah atau tidak,” kata dia.

Data realisasi sementara APBN 2025 menunjukkan defisit mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB per 31 Desember 2025. Angka ini melebar dari target awal 2,53 persen dalam APBN 2025 serta proyeksi semester sebesar 2,78 persen, dan mendekati batas maksimal tiga persen yang diatur undang-undang.

Dalam diskusi panel Indonesia Economic Outlook 2026, Menkeu menjelaskan posisi defisit di sekitar 2,9 persen merupakan bagian dari kebijakan kontra-siklikal untuk membalikkan arah perekonomian dari kondisi melemah menjadi kembali menguat.

“Kita berhasil membalik arah ekonomi dengan fiskal yang tetap terjaga,” kata Purbaya.

Ia memastikan langkah tersebut tetap mengedepankan kehati-hatian fiskal. Defisit dijaga agar tidak menembus ambang 3 persen dan rasio utang disebut masih dalam kondisi terkendali hingga 2032.

Menurutnya momentum pertumbuhan pada 2025 diyakini berlanjut pada 2026. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 5,5 persen hingga enam persen. Jika tercapai, Indonesia dinilai telah keluar dari fase stagnasi di level lima persen.

Mengacu pada perkembangan leading economic index (LEI) dan coincident economic index (CEI), Purbaya juga optimistis ekonomi Indonesia akan memasuki fase ekspansi yang sehat dalam tujuh hingga sepuluh tahun ke depan, setidaknya hingga 2033. (ant/bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPJS Madiun buka tiga opsi reaktivasi PBI yang dinonaktifkan
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
PADDEL untuk Kemanusiaan, Ratu Dewa Buka Turnamen AMA Indonesia
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Olah TKP Penembakan Smart Air, 13 Lubang Peluru Ditemukan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemuda Muhammadiyah : Waspadai Narasi yang Menyimpang dari Reformasi 
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Ini Alasan Roy Suryo Minta Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Di-SP3
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.