Olah TKP Penembakan Smart Air, 13 Lubang Peluru Ditemukan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Boven Digoel: Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Reskrim Umum Polda Papua dan Reskrim Polres Boven Digoel menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Kamis, 12 Februari 2026. Peristiwa penembakan pada Rabu, 11 Februari 2026, itu mengakibatkan Pilot Egon Irawan dan Kopilot Baskoro meninggal dunia. 

“Olah TKP ini kami lakukan untuk memastikan setiap bukti, jejak, dan fakta di lapangan dapat terdokumentasi serta terverifikasi secara profesional. Hal ini sangat penting untuk memperjelas konstruksi perkara dan mendukung proses penyelidikan maupun penyidikan secara komprehensif,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, pada Jumat, 13 Februari 2026.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pesawat Smart Air mendarat sekitar pukul 10.30 WIT di Bandara Korowai Batu. Setelah penumpang turun, pesawat bersiap melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Baca Juga :

Ikatan Pilot Minta Bandara Berisiko Gangguan Keamanan Tinggi Ditutup


Olah TKP kasus penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Papua Selatan. (Istimewa)

Saat pilot melakukan start engine, sekitar kurang lebih 20 pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api. Para pelaku melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter ke arah pesawat.

Melihat situasi tersebut, para penumpang yang berada di sekitar lokasi panik dan berlari menyelamatkan diri. Pilot dan kopilot sempat turut berlari menuju rumah warga di sekitar bandara, namun keduanya dikejar para pelaku dan ditangkap, kemudian dibawa ke area landasan, lalu ditembak.

Dalam pelaksanaan olah TKP dan rekonstruksi, tim melakukan 23 penomoran titik penting, meliputi 
posisi awal arah tembakan, letak pesawat, 13 titik perkenaan tembakan di badan pesawat, pecahan kaca jendela pesawat. Kemudian Pengambilan 2 selongsong peluru dan 1 butir amunisi di landasan, titik penangkapan dan eksekusi korban serta Lokasi evakuasi jenazah di Terminal Bandara Koroway Batu.

Olah TKP kasus penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Papua Selatan. (Istimewa)

Dari hasil pemeriksaan fisik pesawat, ditemukan 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat. Sejumlah saksi mengaku tidak mengenali para pelaku, dan menduga bahwa pelaku bukan merupakan warga setempat. Para saksi selanjutnya akan dibawa ke Polres Boven Digoel di Tanah Merah untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Sementara itu, sebanyak 33 orang pengungsi saat ini berada di Kepi, Kabupaten Mappi, dan enam orang lainnya berada di Distrik Senggo, Kabupaten Mappi. Akses menuju lokasi kejadian hanya dapat ditempuh melalui jalur udara dan jalur sungai menggunakan perahu kecil.

Baca Juga :

Penembak Pesawat Smart Air Diduga KKB Yahukimo Batalion Kanibal, Pelaku Diburu
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan bahwa dalam kegiatan olah TKP, tim berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Barang bukti yang  berhasil diamankan kini telah diamankan untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,” jelas Adarma.

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 menegaskan tidak akan memberi ruang bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil maupun sarana transportasi. Upaya penegakan hukum akan dilakukan secara terukur, profesional, dan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Instruksikan KSP Rekam Kritik Program MBG
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Presiden Prabowo Janji Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo
• 4 jam lalupantau.com
thumb
H-6 Ramadhan 2026: Niat Puasa Harus Dilafalkan atau Cukup di Dalam Hati?
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Niat dan Tata Cara Mandi Wajib untuk Perempuan setelah Haid
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Menkes Sebut Pemilik Kartu Kredit Limit Rp20 Juta hingga Listrik 2.200 Watt Tidak Layak Dapat Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI, Minta Data Penerima Divalidasi Lagi
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.