Pemerintah memastikan besaran tarif impor 19 persen yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia setelah proses negosiasi antara kedua negara resmi dirampungkan.
“Dan terakhir perundingan dengan US sudah selesai perundingannya, tinggal tanda tangan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers usai gelaran Economy Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2).
Airlangga melanjutkan, tarif tersebut berhasil ditekan dari 32 persen menjadi 19 persen, sementara rincian lainnya baru akan diungkap setelah dokumen ditandatangani.
“Kita turun dari 32 ke 19 tapi belum ada tanda tangan, jadi yang lain akan di-disclose setelah tanda tangan,” sebut Airlangga.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menargetkan kesepakatan tarif impor dengan AS rampung pada pertengahan Februari 2026.
Target tersebut mundur dari sebelumnya yang dibidik pada akhir Januari tahun ini. Prasetyo mengatakan, target teranyar itu merupakan perkembangan terbaru soal negosiasi tarif dari Airlangga.
“Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi. Mungkin di minggu kedua bulan Februari,” kata Prasetyo di Istana Negara, dikutip Sabtu (14/2).
Prasetyo menjelaskan penyebab mundurnya tenggat waktu kesepakatan antara Indonesia dengan AS adalah mencari titik temu dari negosiasi yang sudah dilakukan dan ia memastikan tidak ada masalah lain yang menyebabkan tenggat ini mundur. Prasetyo menyebut secara substansi, Indonesia telah mencapai kesepakatan dengan AS.
“Insyaallah enggak (ada masalah lain). Secara substansi insyaallah enggak ada masalah dan mohon doanya supaya banyak membawa kepentingan bangsa dan negara kita,” ungkap Prasetyo.





