Prabowo Minta Kelurahan Kelola Sampah Mandiri, Tak Perlu ke TPA

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto tengah bergeliat mendorong pengelolaan sampah skala mikro di tingkat kelurahan. Dia mendorong agar sampah di tingkat terendah tak perlu jauh-jauh dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Prabowo mengatakan bahwa Indonesia harus berani memperbaiki semua bidang, semua sektor, termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, hingga ibu kota negara.

"Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan. Saya minta kebersihan sampah," ujar Prabowo dalam sambutannya di gelaran sarasehan ekonomi bertajuk Indonesia Economic Outlook 2026 pada Jumat (14/2/2026).

Presiden menjelaskan bahwa sejumlah lembaga pendidikan pun telah mengembangkan alat-alat daur ulang sampah atau recycling. Kemudian, dikembangkan juga alat-alat pemusnah sampah yang ramah lingkungan yang tidak merusak dan menimbulkan bau di skala-skala kecil.

"Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita, di setiap kecamatan kita, sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga," kata Prabowo.

Sementara, menurutnya sampah-sampah skala besar baru diselesaikan di tingkat akhir. Teknologi pengolahan sampah skala besar pun disiapkan pemerintah. 

Baca Juga

  • Rektor UI dan Undip Temui Seskab Teddy, Bahas Daya Saing PT dan Pengolahan Sampah
  • Prabowo Dorong Teknologi Pengolahan Sampah Mikro, Libatkan UGM hingga ITB
  • Prabowo Minta Mendiktisaintek Percepat Pengembangan Pengolahan Sampah Skala Mikro di Kampus

Sebelumnya, Prabowo pun telah memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ke Istana Negara dan membahas terkait pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro. 

Menurut Brian, ada beberapa teknologi yang sudah berjalan dikembangkan oleh beberapa kampus. Pengembangan teknologi itu akan terus dipercepat.

"Sudah banyak [kampus yang sudah memanfaatkan teknologi pengolahan sampah skala mikro]. UGM, ITB, baru akan mulai, Undip sudah. Ada mungkin 20 kampus diterapkan," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (12/2/2026).

Teknologi yang dikembangkan itu akan ditempatkan di berbagai kelurahan. Kapasitas teknologi pengolahan sampah itu mencapai 10 ton per hari.

Kemendiktisaintek juga akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk memastikan bahwa teknologi-teknologi yang ada dipastikan bersih dan tidak memberikan dampak negatif pada lingkungan.

Danantara pun dilibatkan agar pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro lebih masal dan standarnya lebih baik. Pemerintah daerah pun akan segera menguji coba di beberapa kota teknologi pengolahan sampah skala mikro.

"Dalam tahun ini kita juga berharap sudah bisa diuji coba di beberapa kelurahan dan desa," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terbatas! Mitsubishi Tampilkan Mobil Edisi Khusus Anniversary 55 Tahun di IIMS 2026 | SAPA SIANG
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Perbandingan Gaji Megawati Hangestri di Proliga vs V-League & Peluang Comeback di Era Baru KOVO
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
PT PAL Nilai Konsolidasi Galangan BUMN Perkuat Industri Maritim dan Dongkrak Ekonomi Nasional
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Bedah Buku Babad Alas refleksi kepemimpinan-tantangan kepala daerah
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.