Outlook Indonesia Diperingkat Negatif, Prabowo Perintahkan Menteri Terbuka pada Publik

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah merespons serius perubahan outlook peringkat Indonesia menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat internasional Moody’s.

Presiden RI, Prabowo Subianto, langsung menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk lebih terbuka kepada publik dan pelaku pasar guna menjaga kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan arahan presiden tidak hanya ditujukan kepada satu lembaga pemeringkat, melainkan kepada seluruh pemangku kepentingan ekonomi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Tidak spesifik pada Moody’s, tetapi arahan bapak presiden agar menteri-menteri ini terbuka kepada masyarakat dan menyampaikan juga kepada para stakeholder di pasar modal, perguruan tinggi maupun kepada media dan kedutaan-kedutaan besar asing,” ujar Airlangga di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (14/2/2026).

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah menyiapkan diplomasi ekonomi. Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, akan melakukan roadshow internasional untuk bertemu investor global serta berbagai pemangku kepentingan.

Rosan menyebut komunikasi langsung diperlukan untuk menjelaskan arah kebijakan ekonomi dan investasi Indonesia, termasuk reformasi regulasi yang tengah dijalankan pemerintah.

“Ini untuk mengatakan bahwa kami ini melakukan reformasi dalam kebijakan, policy, dan regulasi, untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia,” ucap Rosan.

Upaya tersebut juga berkaitan dengan proses pemeringkatan lembaga investasi negara. PT Danantara Investment Management saat ini tengah menjalani proses penilaian oleh S&P Global dan Moody’s.

Sebelumnya, lembaga tersebut telah memperoleh peringkat BBB outlook stabil dari Fitch Ratings pada September 2025, setara dengan sovereign rating Indonesia di kategori investment grade.

“Kami in the process untuk dapat rating dari S&P dan Moody’s sehingga ini memberikan kepercayaan lebih bahwa Danantara ini risikonya sangat terukur, terstruktur dan ini memberikan hal yang sangat positif bagi Danantara,” paparnya, Jumat (13/2/2026).

Moody’s sebelumnya menilai pembentukan sovereign wealth fund baru Indonesia, Danantara, menimbulkan ketidakpastian baru terkait sumber pendanaan, tata kelola, dan prioritas investasi pemerintah. 

Penilaian itu menjadi salah satu faktor perubahan outlook peringkat Indonesia menjadi negatif meski level kredit tetap dipertahankan di Baa2.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Tekankan Jaga Persatuan-Kesatuan di Hadapan Kader GP Ansor dan Banser
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Menkomdigi Bicara soal Budaya Bersih Jadi Fondasi Disiplin
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kesalahan Keuangan yang Bikin Menyesal di Usia 30-an
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ngeri! Detik-Detik Sinkhole Raksasa Muncul di Shanghai China, Telan Badan Jalan
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
PHRI Rancang Strategi Tingkatkan Kunjungan Wisman saat Low Season
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.