PHRI Rancang Strategi Tingkatkan Kunjungan Wisman saat Low Season

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MEDAN — Pengusaha hotel dan restoran di Medan didorong untuk meningkatkan inovasi program untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya dari mancanegara saat low season.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyatakan pihaknya telah memulai program untuk menggaet wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia saat musim sepi wisata, lewat program Wonderful Indonesia Hot Deals.

"Program ini bekerja sama dengan maskapai, di mana PHRI sebagai payungnya. Jadi, mulai Ramadan ini yang biasanya low season, kami dan maskapai yang bekerja sama yaitu AirAsia memberi paket harga termurah untuk hotel dan penerbangan yang bisa diakses di online travel agent-nya yaitu AirAsia Move," ujar Hariyadi di sela-sela agenda Musyawarah Daerah PHRI Sumut di Medan, Sabtu (14/2/2026).

Hariyadi menjelaskan program ini akan dimulai terbatas untuk Jakarta dan Bali. Dia terutama membidik wisatawan dari Singapura yang datang ke Jakarta, serta turis dari Perth dan Melbourne, Australia yang masuk ke Bali.

Program inipun disebutnya akan digelar beberapa kali dalam setahun untuk menjaga tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisma) dan okupansi hotel khususnya saat low season.

Hariyadi berharap agar PHRI Sumut beserta stakeholder lain seperti Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) dan Pemerintah Kota Medan merancang program serupa untuk menjaga tingkat kunjungan wisman dan okupansi perhotelan di wilayah ini.

Baca Juga

  • Pemkot Bandung Bakal Perbanyak Pertunjukan Seni untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan
  • Wisatawan Domestik Melonjak Tajam, Kuningan Perkuat Posisi di Peta Wisata Jawa Barat
  • Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan: Capai 12,2 Juta Kunjungan

Apalagi, lanjutnya, sudah ada beberapa penerbangan langsung dari Medan ke beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura. Dia menyebut perlu upaya untuk menjaga tingkat okupansi hotel yang rata-rata sudah mencapai 70% di Sumut, terutama saat musim menurunnya perjalanan wisata.

"Occupancy rate di sini saya dengar cukup bagus, sekitar 70%. Jadi, mari kita bikin program bersama semenarik mungkin dengan tiket yang murah, hotelnya juga murah, dan kami harap juga ada atraksi budayanya atau event-event wisata di sini sehingga bikin orang ingin datang. Nanti teman-teman di Asita dan Astindo [Asosiasi Travel Agent Indonesia] juga bisa ambil bagian," kata Hariyadi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Odi Anggia Batubara menyebut Pemko Medan telah menerbitkan Peraturan Wali Kota tentang penetapan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) dalam rangka pengelolaan tempat-tempat yang menjadi daya tarik wisata.

"KSP itu ialah bagaimana kita mengemas destinasi-destinasi yang ada agar lebih diminati oleh wisatawan. Seperti contohnya di Lapangan Merdeka, kami tambahkan ikon-ikon yang membuat spot foto jadi lebih menarik," ujar Odi.

Ada 5 KSP yang akan dikembangkan Pemko Medan dalam waktu dekat. Dia menyebut pengembangan itu meliputi pembangunan infrastruktur menuju destinasi wisata hingga peningkatan manajemen layanan servis bagi usaha jasa akomodasi perjalanan wisata khususnya di segmen meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

Odi berharap PHRI ikut membantu membimbing pelaku usaha jasa akomodasi, perhotelan, dan restoran kecil agar dapat meningkatkan manajemen layanan mereka. Dia juga meminta PHRI Sumut ikut menyelenggarakan sertifikasi bagi hotel-hotel dan restoran kecil.

"Harapan kami agar nanti saat tempat-tempat itu direkomendasikan oleh teman-teman ASITA, ASTINDO, dan lainnya, wisatawan tidak kecewa. Kami harap kita bisa berkolaborasi supaya Medan ini jadi pilihan pertama bagi masyarakat untuk berwisata," kata Odi.

Adapun, Musyawarah Daerah PHRI Sumut 2026 yang digelar Sabtu (14/2/2026) di Hotel Santika Medan dirangkaikan dengan sejumlah agenda seperti Table Top (Business to Business) Dalam Rangka Peningkatan Kunjungan Wisata di Kota Medan yang mempertemukan pengusaha hotel dengan pengusaha akomodasi wisata; serta pameran Horeca yang diikuti oleh 48 seller dan 20 UMKM yang menyediakan berbagai kebutuhan industri horeca (hotel, restoran, cafe/catering).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rosan Beberkan Progres Proyek Kampung Haji
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tepis Isu Miring Rumah Tangganya dengan Ardi Bakrie Retak, Nia Ramadhani Ungkap Dampak Bagi Anak
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Atasi Solusi Meningkatnya Pengangguran, SMK Fornus Depok Gagas Program Enterpreneur Muda dan Kompetisi Bisnis Siswa
• 23 jam lalueranasional.com
thumb
Dituntut 18 Tahun Penjara, Kerry Riza Mohon Keadilan ke Prabowo
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
IPC TPK Catat Arus Petikemas 299.891 TEUs pada Januari 2026, Tumbuh 6,82 Persen
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.